Goes to Geopark, Gaspala SMAN 2 Kebumen Telusuri Goa Petruk
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 26 Agu 2019
- visibility 15.666
- comment 0 komentar

Anggota Gaspala foto bersama sebelum telusur Goa Petruk. (Foto: Hari SW-KebumenUpdate)
Pembina Gaspala Hari Satria Wibawa menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anggota Gaspala potensi Kawasan Karst Gombong Selatan yang juga masuk di area Geopark Karangsambung Karangbolong. “Selain itu juga memberikan pengetahuan tentang materi telusur goa, juga pengetahuan tentang kepecintaalaman,” ujar Hari Satria.
Baca Juga: Wih Canggih!!! Gedung Teater Geologi Bakal Dibangun di Kawasan Geopark
Goa Petruk merupakan sebuah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah di Kawasan Karst Gombong Selatan. Merujuk dari Wikipedia, goa ini keseluruhannya terbentuk dari kapur dengan panjang keseluruhan hingga 2 km dengan panjang jelajah 100 meter hingga 664 meter, lebar rata-rata 14 meter, dan tinggi rata-rata 32 meter.

Perlengkapan caving seperti helm safety wajib dipakai. (Foto: Hari SW-KebumenUpdate)
Nama Petruk berasal dari sebuah batu (stalaktit/stalagmit) di dalam gua yang mempunyai bentuk seperti hidungnya Petruk, nama tokoh Ponokawan yaitu anak Ki Semar yang berbadan tinggi, namun hidungnya sangat mancung. Namun karena penambangan phosfat di masa penjajahan Belanda batu berbentuk hidung Petruk tersebut putus dan saat ini sudah tak kelihatan lagi.
Goa ini berjarak 7 km dari Goa Jatijajar, 38 km berkendara dari pusat Kota Kebumen dan 24 km dari Gombong menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. “Untuk dapat menikmati objek wisata Goa Petruk, pengunjung terlebih dulu membayar tiket retribusi Rp 8,000/orang,” katanya. (hsw)








Saat ini belum ada komentar