Catatan Pendakian Tektok Gunung Prau via Dieng (1)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 5 Apr 2025
- visibility 3.097
- comment 0 komentar

Suasana malam Desa Dieng yang berkilauan dari arah basecamp Gunung Prau via Dieng. (Foto: Hari)
Perlahan namun pasti, iring-iringan kendaraan kami menyusuri jalanan Alian dan Wadaslintang. Lalu lintas yang cukup ramai menjadi teman setia perjalanan siang itu.
Di tengah perjalanan, gerimis memaksa kami untuk berhenti sejenak. Mantel-mantel pelindung segera dikeluarkan, meskipun beberapa teman memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan alasan gerimis yang masih ringan.

Pos pendakian Gunung Prau via Dieng. (Foto: Hari)
Hujan Deras di Wonosobo
Memasuki wilayah Kota Wonosobo, intensitas gerimis meningkat menjadi hujan yang cukup deras. Masjid Al Manshur menjadi tujuan utama kami untuk menunaikan ibadah salat Asar. Di serambi masjid yang teduh, diskusi hangat terjadi. Apakah kami akan langsung menuju basecamp atau menunggu hingga usai salat Magrib? Akhirnya, keputusan bulat diambil untuk melanjutkan perjalanan setelah salat Magrib.
Perjalanan menuju basecamp kembali diuji. Hujan deras dan kabut tebal menjadi teman setia malam itu. Sekitar satu jam kami tempuh jalanan yang gelap dan licin, memaksa kami untuk berjalan dengan ekstra hati-hati.
Kekhawatiran mulai menyelimuti benak saya, terutama mengenai potensi hipotermia mengingat beberapa teman baru pertama kali merasakan dinginnya pegunungan.
Menjelang gerbang basecamp Gunung Prau jalur Dieng, sedikit kendala sempat menghampiri, namun berkat kesigapan tim, masalah tersebut dapat segera diatasi. Akhirnya, sekitar pukul 19.30 WIB, kami tiba di basecamp yang tampak ramai oleh para pendaki.














Saat ini belum ada komentar