Catatan Pendakian Tektok Gunung Prau via Dieng (1)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 5 Apr 2025
- visibility 3.098
- comment 0 komentar

Suasana malam Desa Dieng yang berkilauan dari arah basecamp Gunung Prau via Dieng. (Foto: Hari)
Suasana di sekitar basecamp terasa begitu hidup. Mencari tempat untuk sekadar merebahkan ransel dan beristirahat sejenak menjadi tantangan tersendiri.
Registrasi Pendakian
Untuk pendakian tektok (pendakian tanpa bermalam), registrasi dibuka pada pukul 20.00 WIB. Kami menerima selembar kertas berisi formulir identitas rombongan, tata tertib pendakian, larangan, aturan, serta daftar perlengkapan yang kami bawa.

Suasana basecamp Gunung Prau via Dieng. (Foto: Hari)
Pendataan ini menjadi acuan penting untuk pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh para pendaki.
Saat kami tengah sibuk mengisi formulir, kloter kedua yang terdiri dari Devi, Zaki, dan Ragil tiba. Suasana semakin riuh. Masing-masing anggota tim memiliki kesibukan sendiri: ada yang menunaikan salat Isya, menyantap makan malam, merapikan perlengkapan, hingga langsung mencari posisi untuk beristirahat.
Oiya, biaya pendakian Gunung Prau jalur Dieng tergolong ramah di kantong, yaitu Rp35.000 per orang. Untuk parkir kendaraan roda dua, dikenakan biaya Rp10.000.
Sekitar pukul 21.00 WIB, kami sepakat untuk beristirahat, mengumpulkan energi untuk persiapan pendakian dini hari nanti, tepatnya pukul 02.00 WIB.
Namun, mata saya dan beberapa teman lainnya masih enggan terpejam. Kami mencari kesibukan dengan mengabadikan suasana malam Desa Dieng yang berkilauan dari arah basecamp ditemani Devi dan Ragil. (bersambung)














Saat ini belum ada komentar