Supangkat dan Bhayangkara Penjaga Nadi Bangsa
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 28 Jun 2023
- visibility 2.197
- comment 0 komentar

Foto jadul polisi yang sedang patroli tahun 1979. (instagram/perfectlifeid)
Sumbangsih kepolisian bagi ibu pertiwi kadang tertutup oleh gemuruh heroisme pertempuran dan aksi militer. Sesungguhnya kepolisian juga berperan aktif dalam berbagai perjuangan menegakkan kemerdekaan. Polisi Istimewa atau Mobile Brigade (sekarang bernama Brimob) misalnya. Bersama dengan pihak militer mereka berperan aktif dalam berbagai pertempuran, termasuk pertempuran Surabaya yang legendaris.
Namun sumbangsih yang sangat esensial adalah bagaimana di masa revolusi yang serba tak pasti, kepolisian hadir di tengah warga. Sejarah telah mencatat masa revolusi (tahun 1945 sampai awal 1950an) selain menjadi masa perjuangan juga adalah masa di mana banyak konflik sosial dan gangguan keamanan merebak. Polisi yang juga masih dalam proses membentuk diri harus bertindak. Mereka harus memastikan bahwa rakyat Indonesia dapat dapat beraktivitas dengan aman dan produktif dalam situasi itu.
Di tengah runcingnya konflik bersenjata, perjuangan diplomasi hingga friksi-friksi politik dalam negeri, polisi menjadi sandaran bagi rakyat. Perjuangan harus jalan terus, tapi pedagang tentu juga harus tetap berjualan, petani tetap menggarap sawahnya dan pendidikan anak-anak tak boleh terlupakan. Buku-buku sejarah banyak merekam heroisme perang, namun tak boleh dilupakan pula perjuangan para bhayangkara bangsa dalam menjaga nadi bangsa agar tetap berdenyut.
Tak Sekadar Sahabat Anak
Masa reformasi hingga hari ini mungkin menjadi masa paling penting bagi kepolisian Indonesia dalam menemukan jatidiri. Pergeseran paradigma politik, keterbukaan informasi hingga semakin meningkatnya peran masyarakat membuat Polri dituntut tak henti berbenah diri.
Harus diakui polisi kita belum sempurna. Masih banyak lubang yang mesti ditambal, masih banyak cacat yang mesti dirawat. Tak kurang pula caci maki mesti diterima ketika ternyata masih ada pribadi yang mengkhianati amanat: amanat sumpah dan terlebih amanat rakyat.
Namun mesti diakui pula betapa Polri saat ini jauh lebih berbesar hati, lebih mampu menerima kritik dan masukan. Perintah-perintah pembenahan terus dikeluarkan. Gerakan perubahan terus berjalan bahkan hingga ke unit paling kecil.









Saat ini belum ada komentar