Kekeringan, Warga Giritirto Manfaatkan Mata Air di Hutan dan Belik Sungai Luk Ulo
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 7 Okt 2023
- visibility 3.392
- comment 0 komentar

“Setiap kemarau seperti ini. Kebanyakan warga ambil air ke Sungai Luk Ulo biar cepat dan tidak antri menggunakan sepeda motor,” kata salah satu warga yang tidak mau disebut namanya.
“Kok ngga diambil lagi airnya?” tanya saya ketika melihat cerukan air mulai penuh.
“Nanti, lagi bedug. Warga sini ngga berani ambil air di sini (mata air) kalau lagi bedug Zuhur,” jawabnya.
Baca juga: Nikmati Suasana Pedesaan dengan Hamparan Sawah Terasering di Saung Maron Banyu
Dengan menunggu selama 1,5 jam, ia bisa mendapatkan 4 jeriken air. Itu dengan catatan mata air yang mengalir masih ada. Jika kemarau terus berlanjut, bukan tidak mungkin nantinya untuk mendapatkan 4 jeriken air dibutuhkan waktu lebih lama karena air yang mengalir semakin kecil debitnya.
Belik Sungai Luk Ulo
Selanjutnya saya berpindah ke Sungai Luk Ulo. Karena beberapa warga Dukuh Era Desa Giritirto terlihat menuju sungai dengan membawa beberapa jeriken.
“Kalau jam segini belum banyak yang ambil air. Tadi pagi-pagi antri,” kata Mugi, warga Dukuh Era Desa Giritirto yang mengambil air di belik Sungai Luk Ulo.








Saat ini belum ada komentar