Tembus Grand Final Lomba Karya Ilmiah Cagar Budaya Tingkat Jateng, SMK Cipta Karya Gelar Jelajah Heritage

SMK Cipta Karya Prembun
Jelajah heritage SMK Cipta Karya Prembun. (Foto: Istimewa)

Koordinator kegiatan, Khafidz Nurrohman mengungkapkan bahwa jelajah sejarah ini dikemas dalam kegiatan bertajuk Tutur Tinular. Selain diikuti para siswa dan guru SMK Cipta Karya, ikut pula para peminat sejarah dari Kebumen.

Salah satu narasumber sekaligus aktivis KUPU, Abdul Wahid memberikan penjelasan mengenai sejarah Desa Prembun termasuk perjalanan pemerintahan di desa ini. Para peserta antusias mengikuti penjelasan tentang sistem komunikasi tempo dulu menggunakan kentongan.

Bacaan Lainnya

“Dalam memberikan penjelasan kami sengaja melibatkan warga lokal terutama mereka yang dapat dikategorikan saksi sejarah. Banyak hal yang tidak ditemukan di buku dan dokumen dapat terungkap lewat narasumber-narasumber yang masih hidup, seperti berbagai kejadian menarik seputar pemilihan kepada desa di masa lalu,” jelas pengrajin wayang dari bahan styrofoam ini.

Ajak Siswa Memahami Sejarah Lo kal Prembun
SMK Cipta Karya Prembun
Para peserta jelajah heritage foto bersama. (Foto: Istimewa)

Salah satu guru pendamping, Rahmat Aji Wibowo mengungkapkan bahwa jelajah sejarah ini terbukti mampu membawa siswa untuk memahami sejarah lokal Prembun.

“Kegiatan ini tidak hanya membawa siswa lebih tahu namun lebih jauh lagi membangkitkan rasa cinta pada cagar budaya. Harapannya kegiatan ini akan membuat semakin banyak generasi muda terpanggil mencintai sejarah dan budayanya,” ungkap Guru Bahasa Jawa ini.

Baca Juga: Lewat Layar Tancap, KUPU Dorong Stasiun Prembun Dibuka Kembali

Lebih jauh Kepala SMK Cipta Karya, Joko Winarto mengungkapkan bahwa pihaknya memberi kesempatan seluas-luasnya kepada para siswa untuk mengembangkan minat dan bakat.

“Sekalipun status kami adalah sekolah kejuruan bukan berarti kegiatan siswa dibatasi hanya pada bidang keahliannya. Kami memiliki berbagai kegiatan ekstra kurikuler agar siswa dapat berkembang dalam semua aspek, baik di bidang keahlian kejuruan maupun pengembangan kepribadian dan soft skill,” jelas Joko.

Joko Winarto berharap kerjasama dengan Komunitas Pusaka Prembun (KUPU) dapat terus berlanjut tidak hanya sebatas lomba. Joko melihat bahwa minat siswa terhadap sejarah lokal cukup tinggi dan dia yakin pemahaman siswa atas berbagai kearifan lokal akan sangat mendukung mereka dalam mewujudkan masa depannya.

Pos terkait