Sumber Mata Air Warga Desa Giripurno Tercemar Bakteri E.coli, Ini Langkah Pemkab
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 17 Mei 2023
- visibility 1.516
- comment 0 komentar

Bupati juga berharap kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang air besar sembarangan dan menjauhkan sumber mata air dari kandang ternak. Ia menyebut kadar E.coli di Giripurno sangat tinggi yakni 158, padahal ambang batasnya hanya 50.
Sementara itu Kades Giripurno Parsum mengatakan, temuan kasus bakteri E-coli di desanya bermula ketika ada anak-anak yang dilaporkan terkena diare akut. Anak tersebut langsung dilakukan penanganan di Puskesmas pada 6 Mei 2023. Namun kasus diare massal itu bertambah banyak.
Baca juga: Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Gowes Napak Tilas Jalur Pipa Transmisi Kebumen
“Setelah itu grafiknya terus naik, tanggal 7 Mei ada lagi empat, kemudian puncaknya tanggal 10 ada delapan kasus, kemudian tambah-tambah terus sampai 37 kasus, semua sudah dilakukan penanganan dan Alhamdulillah sudah sembuh,” terangnya.
Terkait adanya kabar satu orang warga yang meninggal karena E.coli, pihaknya memastikan itu tidak benar. Karena satu warganya yang meninggal diketahui karena gagal ginjal. Pihaknya pun ikut arahan pemerintah daerah dalam penanganan kasus ini.
“Kalau untuk penanganan sepenuhnya kami ikut arahan dari pemerintah daerah. Soal kabar meninggalnya warga kami itu bukan karena E.coli, tapi ada riwayat gagal ginjal,” ucapnya.







Saat ini belum ada komentar