Program 1 Juta Ayam Berdampak Positif, H Yulianto Lanjutkan Bagi-bagi Ribuan Bibit Ayam
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 25 Nov 2023
- visibility 8.584
- comment 0 komentar

H Yulianto SE foto bersama dengan warga penerima bantuan bibit ayam. (Foto: Padmo)
“Memang belum ideal, karena idelnya dalam satu keluarga memelihara 300 ekor,” tambahnya seraya menyebutkan bahwa dengan tambahan penghasilan Rp 800.000 per bulan itu sudah sangat membantu perekonomian keluarga.
Baca Juga: Hadiri Pergelaran Wayang Kulit, H Yulianto Beri Tiket Umroh Gratis
Hadir dalam kesempatan itu Caleg DPRD Jateng dari PDI Perjuangan Anggoro Mardi Husodo atau yang populer dengan nama Yoyok Mardijo. Juga terlihat Hargo Yohanes selaku Ketua Tim Pemenangan H Yulianto SE.
Menurut Mas Yul, panggilan karibnya, pada awalnya tingkat keberhasilan budidaya ayam rendah hanya 30 %. Namun setelah pihaknya terlibat langsung dengan pendampingan, tim vaksin dan terjaminnya pakan, rasio keberhasilan mencapai 90 %.
Saat ini antusiasme warga untuk turut membudidayakan Ayam Kampung Unggul Balitbang (Ayam KUB) juga cukup tinggi. Terbukti saat ini warga yang antre untuk mendapatkan bantuan ayam dan kandang terdata lebih kurang 870 keluarga.
“Setiap minggu kami mendistribusikan antara 1.500-2.000 bibit ayam kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sudah Distribusikan 10.000 Ayam kepada Masyarakat

Proses pembagian DOC kepada masyarakat. (Foto: Padmo)
Bos Tabung Haji Umroh itu menyebutkan bahwa program berbagi bibit ayam dan kandang gratis itu bertujuan agar masyarakat sadar beternak ayam. Kemudian untuk pakan pihaknya memberikan pinjaman tanpa bunga agar sekaligus bisa terlibat langsung dalam pembinaan pemeliharaan.
“Alhamdulillah, sekarang ini ada 38 keluarga yang sudah menikmati manfaat dari program ini. Selama delapan bulan ini kurang lebih 10.000 ayam yang sudah terdistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Idul Adha 1444 H, Keluarga H Yulianto SE Kurban Delapan Sapi
Untuk DOC, saat ini sebagian sudah diproduksi sendiri. Akan tetapi mayoritas masih didatangkan dari Yogyakarta. Secara bertahap pihaknya akan mencukupi kebutuhan DOC dari Kebumen.
Yulianto menyakini bahwa jika masyarakat sudah mandiri secara finansial secara politik mereka akan independen secara politik. Warga sudah tidak akan tergiur iming-iming amplop Rp 50.000 untuk menentukan pilihan politiknya.
“Alangkah baiknya masyarakat Kebumen diberikan modal, karena sesungguhnya mereka mau bekerja. Hanya perlu pedampingan untuk menanamkan jiwa yang optimistis,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar