Petani Muda Hasilkan Sayur hingga Beras Organik Premium, Ini Program Ahmad Luthfi Dorong Regenerasi Petani Jateng
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 19 Jul 2025
- visibility 1.572
- comment 0 komentar

Shofyan Adi Cahyono sukses membangun pertanian organik .
TEMANGGUNG (KebumenUpdate.com) – Di tengah kekhawatiran semakin sulitnya anak muda yang memilih petani sebagai profesinya, muncul anak-anak muda di Jawa Tengah yang menjadi petani. Berbeda dengan pendahulunya yang bertani secara tradisional, para petani muda ini menjalankan pertanian secara modern.
Salah satu petani muda, Shofyan Adi Cahyono (30), sukses membangun pertanian organik di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang. Ia mendirikan Sayur Organik Merbabu (SOM) sejak 2014 dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.
Shofyan juga membentuk Kelompok Tani Citra Muda yang menerapkan teknologi pertanian seperti green house, irigasi tetes, hingga plasma ozon untuk pascapanen.
“Pupuk kami buat sendiri, penyiraman pakai irigasi tetes, pengiriman sayur menggunakan mobil pendingin,” ujarnya, Jumat 18 Juli 2025.
Produknya meliputi seperti selada, tomat cherry, kol, hingga wortel, telah masuk pasar swalayan di Jateng, Yogyakarta, Jabodetabek, bahkan hingga Kalimantan. Harga jual sayur organik mencapai Rp 60.000 per kilogram.
Petani lainnya, Aspuri dari Grabag, Kabupaten Magelang, memilih fokus pada pertanian padi organik. Ia menyebut keuntungannya lebih tinggi dibanding padi biasa. “Harga beras organik bisa mencapai Rp 20.000 per kilogram di supermarket, sementara padi konvensional hanya Rp 7.000,” katanya.







Saat ini belum ada komentar