Peringati Hari Pers Nasional, PWI Kebumen Tekankan Pentingnya Literasi Informasi di Era AI
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 9 Feb 2026
- visibility 363
- comment 0 komentar

Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Staf Ahli Bupati yang kemudian diserahkan kepada Ketua PWI Kebumen. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen menggelar acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI.
Bertempat di Sasana Pambiwara Dinas Kominfo Kebumen, Senin 9 Februari 2026, acara ini mengusung tema “Menguatkan Peran Pers Daerah dalam Mewujudkan Kebumen Maju dan Berdaya Saing.”
Hadir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Susilo, yang hadir mewakili Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Turut hadir Kepala Diskominfo Kebumen Wahyu Siswanti, jajaran Lurah di Kecamatan Kebumen, keluarga besar PWI, serta perwakilan BUMN/BUMD dan mitra humas instansi terkait.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara juga diisi dengan penyerahan paket sembako dan santunan kepada anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah.
Ketua Panitia HPN 2026 Kebumen, Saefur Rohman, melaporkan bahwa tasyakuran ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berjalan.
“Sebelumnya, kami telah melaksanakan medical check-up bagi wartawan bekerja sama dengan RSUD dr. Soedirman, pertandingan fun mini soccer bersama Polres Kebumen, ziarah, serta program PWI Goes to School/Campus,” jelasnya.
Sementara itu Ketua PWI Kebumen, Ondo Supriyanto, dalam sambutannya mengingatkan bahwa lahirnya PWI pada tahun 1946 merupakan tonggak sejarah perjuangan pascakemerdekaan.
Ia menekankan bahwa tantangan pers saat ini semakin kompleks, terutama dengan hadirnya teknologi Artificial Intelligence (AI).
“Dunia pers kini dihadapkan pada disrupsi informasi yang luar biasa. Masyarakat kesulitan membedakan berita benar dan hoaks, terlebih dengan adanya AI. Teknologi ini bagai pisau bermata dua; di tangan orang kreatif akan bernilai tinggi, namun di tangan yang salah bisa menimbulkan kekacauan,” ujar Ondo.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya literasi digital bagi generasi muda melalui edukasi ke sekolah-sekolah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Kebumen, Wahyu Siswanti, memberikan apresiasi atas dedikasi insan pers. Ia berharap PWI dapat menjadi filter atau “penjernih” informasi di tengah maraknya berita bohong.
“Terima kasih kepada rekan-rekan pers yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. Semoga kemitraan ini terus terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Di kesempatan ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Susilo, menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah dan media.
Bupati berpesan agar pers tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial.
“Masyarakat berhak mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah. Karena itu, informasi yang sampai ke warga harus berimbang, jernih, dan utuh. Kami terbuka terhadap kritik yang jujur dan membangun demi perbaikan kinerja, asalkan tidak memecah belah masyarakat,” pesan Bupati.
Acara tasyakuran ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antara insan pers, pemerintah, dan seluruh mitra kerja di Kabupaten Kebumen. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar