Pemprov Jateng Gandeng Pemuda Muhammadiyah Dukung Program Pengentasan Kemiskinan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 14 Okt 2025
- visibility 530
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi foto bersama dengan PW Pemuda Muhammadiyah Jateng. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak Pemuda Muhammadiyah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di wilayah Jawa Tengah.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah di Kantor Gubernur, Senin, 13 Oktober 2025. Pertemuan itu membahas peran ormas dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung agenda pembangunan daerah.
“Gangguan sosial yang bersifat komunal dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan investasi. Karena itu, ormas perlu terlibat dalam merumuskan sekaligus melaksanakan program pengentasan kemiskinan,” ujar Luthfi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 9,48 persen, turun 0,10 poin dibanding September 2024 yang mencapai 9,58 persen. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 3,37 juta jiwa, atau berkurang 29,65 ribu jiwa dibanding September 2024.
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, Abdul Ghofar Ismail, mengapresiasi sikap Gubernur yang responsif terhadap kiprah organisasi kepemudaan. Ia menegaskan kesiapan Pemuda Muhammadiyah dan Kokam menjadi mitra strategis dan kritis dalam mendukung kebijakan pemerintah.
“Pemuda Muhammadiyah aktif menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satunya Apel Jambore Kokam se-Jawa Tengah yang diikuti 1.563 peserta di Bumi Perkemahan PAI Kota Tegal,” jelasnya.
Terkait instruksi pengentasan kemiskinan, Ghofar menegaskan komitmen pihaknya untuk terlibat langsung. Menurutnya, dalam ajaran Islam, kemiskinan dekat dengan kefakiran dan dapat berdampak buruk jika tidak diatasi.
“Kami berupaya menekan kemiskinan mulai dari lingkungan terdekat. Harapannya, kader di seluruh Jawa Tengah terus berkembang, melakukan riset, dan maju bersama,” ungkapnya.
Ia optimistis sinergi Pemuda Muhammadiyah dan pemerintah akan membawa Jawa Tengah menuju kesejahteraan yang lebih baik. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar