Pemkab Kebumen Ukir Sederet Prestasi di Tengah Pandemi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 27 Okt 2020
- visibility 4.225
- comment 0 komentar

Bupati KH Yazid Mahfudz didampingi Sekda H Ahmad Ujang Sugiono saat menerima penghargaan opini WTP. (Foto: Humas Kebumen)
Bupati mengatakan penghargaan ini merupakan Opini WTP yang ke-6 kalinya bagi Kabupaten Kebumen. Yang membuat istimewa, untuk pertama kalinya Kebumen dapat mempertahankan 3 tahun berturut-turut.
“Penghargaan kali ini kami rasakan sebagai oase di tengah pandemi Covid-19 yang dalam beberapa bulan terakhir grafiknya meningkat di Kebumen,” ujarnya.
Bupati menyampaikan bahwa pencapaian Opini WTP merupakan potret dari hasil kesungguhan dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Predikat WTP yang diraih juga sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab, yang terus diperjuangkan untuk ditingkatkan serta menjadi komitmen untuk dipertahankan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah telah melakukan upaya perbaikan kinerja pengelola keuangan, melalui program peningkatan kapasitas aparatur, khususnya aparatur pengelola keuangan, maupun melalui upaya perbaikan sistem dan kebijakan akuntansi serta manajemen aset.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasamanya kepada semua pihak dan seluruh OPD yang mempunyai etos kerja yang sangat luar biasa atas pencapaian ini,” tegasnya.
5. Kebumen Juara Dua Nasional Inovasi Daerah Sektor Hotel dan Pasar Modern

Penghargaan Juara II Nasional Sektor Lomba Inovasi Daerah Penyiapan Tatanan Normal Baru Covid-19. (Foto: Istimewa)
KABUPATEN Kebumen menyabet penghargaan Juara II Nasional untuk dua sektor Lomba Inovasi Daerah Penyiapan Tatanan Normal Baru Covid-19 yang dihelat Kemendagri. Kebumen meraih Juara Kedua peringkat Nasional untuk Sektor Pasar Modern. Sedangkan untuk Sektor Hotel, Kebumen juga meraih Juara Kedua Nasional.
Pengumuman peringkat nasional itu disampaikan Mendagri M Tito Karnavian melalui Surat Keputusan tertanggal 19 Juni 2020. Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga dalam tingkat nasional di dua sektor, yaitu Sektor Pasar Modern atau Mal dan Sektor Hotel, Kebumen mampu meraih peringkat Juara Kedua Nasional.
Kepada semua pihak terkait dan masyarakat, Bupati tetap meminta agar menerapkan protokol kesehatan dalam pelayanan menuju normal baru. Penghargaaan tersebut merupakan apresiasi bagi para pelaku usaha sektor pasar modern dan sektor hotel.
”Mari selalu ikuti anjuran pemerintah, jaga kebersihan dan kesehatan, lindungi diri dan orang lain dari virus Covid-19,’’tegas Yazid Mahfudz.
Kalangan pelaku perhotelan dan toko modern di Kebumen menyambut baik penghargaan kemendagri tersebut. Sekaligus sebagai bentuk dukungan pemerintah dan tantangan bagi sektor hotel dan pasar modern agar konsisten menerapkan protokol kesehataan guna mencegah penyebaran Covid-19 dan kesiapan menyambut normal baru.
6. Mangkok Ayaman Pandan Raih Penghargaan Good Desain Indonesia

Mangkok anyaman pandan menang dalam kategori GDI Best dalam ajang Good Design Indonesia (GDI) 2020. (Foto: Istimewa)
Mangkuk buah anyaman pandan hasil karya Fauzy Prasetya Kemal dari Jaxee Anyaman Pandan Desa/Kecamatan Karanggayam Kebumen berhasil meraih kemenangan dalam kategori GDI Best dalam ajang Good Design Indonesia (GDI) 2020 yang diselenggarakan Ditjen Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.
Anyaman pandan yang diberi nama ‘Pandane’ tersebut diikutkan dalam ajang GDI 2020 mewakili Kebumen pada Maret 2020. Setelah menjadi salah satu pemenang GDI 2020, oleh Kemendag dikirimkan mengikuti ajang kompetisi desain internasional Good Desain Award atau G Mark 2020 di Jepang, 18 sampai 24 Agustus 2020.
“Melalui penjurian yang ketat selama dua tahap di bulan April dan Juni 2020, Pandane ditetapkan sebagai pemenang GDI Best bersama 16 karya lain dari seluruh Indonesia,” ujar ujar Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen Sri Wahyuroh SH.
Menurut Sri, dengan proses penganyaman yang halus, mangkuk buah karya Fauzy tersebut dinilai juri sebagai karya berpotensi ekspor, komersil di pasar ekspor dengan dasain yang kreatif dan inovatif.
“Selain untuk tempat buah, karya ini juga bisa digunakan sehari-hari untuk wadah ponsel, lat tulis dan alat dapur. Juga, bisa ditempatkan di meja makan, meja dapur, lemari hias dan lainnya,” ujar Sri Wahyuroh. (adv)









Saat ini belum ada komentar