Pemkab Kebumen Raih Juara Satu Kategori Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 2 Nov 2024
- visibility 896
- comment 0 komentar

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen meraih juara satu Kategori Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota di Wilayah Indeks Perkembangan Harga (IPH) Terbaik. Penghargaan diterima Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan di Ballroom Rama Shinta Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat 1 November 2024.
Adapun peringkat kedua hingga keenam diraih Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Kendal, Magelang, dan Kabupaten Grobogan. Penghargaan diberikan langsung Sekda Pemprov Jateng Sumarno.
Baca juga: Polres Kebumen Fasilitasi Tahanan Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2024
“Tentu kita semua bersyukur apa yang telah dikerjakan Pemkab Kebumen bersama seluruh jajaran telah membuahkan banyak prestasi. Seperti halnya kali ini dengan meraih juara satu TPID untuk wilayah IPH terbaik se-Jateng,” ujar Boedyo.
Untuk bisa mendapatkan penghargaan ini dibutuhkan kerja keras dan konsistensi dari para pemangku kepentingan. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung upaya pengendalian inflasi di Kebumen, sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat.
“Harapan kami, kinerja baik ini harus terus ditingkatkan. Jangan sampai kendor, karena stabilitas ekonomi ini sebisa mungkin harus kita jaga. Bagaimana masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau. Peran pemerintah di sini sangat penting, sebagai pemangku kebijakan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kebumen Purnowati atau yang akrab dipanggil Ipung, menyampaikan, penghargaan ini diukur dari kinerja Pemkab Kebumen dalam hal pengendalian inflasi dari Januari hingga Juli 2024. Hasilnya Kebumen masih menjadi yang terbaik.
“Alhamdulillah kita masih menjadi yang terbaik untuk wilayah Jateng, dimana sebelumnya kita juga telah mendapatkan TPID Award Nasional untuk wilayah Jawa-Bali yang diberikan Presiden Jokowi belum lama ini di Istana Negara,” ujar Ipung.
Ipung menyebut ada empat hal yang harus dilakukan dalam pengendalian inflasi pangan. Pertama, ketersediaan pasokan. Kedua keterjangkauan harga. Ketiga kelancaran distribusi, dan keempat komunikasi yang efektif. Semua itu kata dia, harus dilakukan secara masif, atau keberlanjutan.
“Inflasi bisa ditekan salah satunya dengan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM), itu terus kita lakukan dari tahun lalu sampai sekarang. Tujuannya tentu membantu meningkatkan daya beli masyarakat di sektor pangan dengan harga yang murah dan berkualitas,” ucapnya.
Selain itu, Pemkab Kebumen juga rutin melakukan operasi pasar secara rutin, memberikan subsidi harga pangan strategis kepada konsumen, toko SPHP, dan BUMD.
Kemudian membentuk corporate farming untuk padi dan jagung dengan teknologi kalender tanam, pengendalian OPT dan teknologi irigasi berselang (Intermittent dan AWO), pembuatan lumbung pangan, serta membuat pekarangan pangan lestari dan kebun Agrismart di tiap-tiap desa.







Saat ini belum ada komentar