PCNU Kebumen Desak Sanksi Tegas Trans7 atas Tayangan yang Rugikan Pesantren
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 15 Okt 2025
- visibility 796
- comment 0 komentar

Ketua PCNU Kebumen Dr Imam Satibi MPdI. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen resmi mengeluarkan maklumat terkait program Xpose Uncensored Trans7 yang menampilkan Pondok Pesantren Lirboyo. PCNU menilai tayangan tersebut mengandung tendensi negatif dan mencoreng citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah eksis selama berabad-abad.
Ketua PCNU Kebumen Dr H Imam Satibi MPdI menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar kekeliruan teknis, tetapi dapat dikategorikan sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap dunia pesantren. Ia menilai program tersebut tidak memenuhi kaidah jurnalistik dan mengabaikan adab dalam pemberitaan keagamaan.
“Tayangan itu jelas mendiskreditkan pendidikan agama dan menunjukkan ketidakpahaman Trans7 terhadap adab santri serta tradisi pesantren,” ujar Imam Satibi dalam maklumat resmi.
Kontroversi mencuat setelah tayangan Xpose menampilkan narasi yang dianggap menyudutkan budaya dalam pendidikan dan kehidupan santri di Pesantren Lirboyo. Kritik dari kalangan pesantren di Jawa maupun nasional pun bermunculan.
Meski Trans7 telah meminta maaf kepada pihak Lirboyo, PCNU Kebumen menilai permintaan maaf tersebut belum mencerminkan tanggung jawab penuh. Pasalnya, tayangan itu juga menyeret pesantren lain secara visual tanpa konfirmasi.
“Harus ada sanksi agar peristiwa seperti ini tidak terulang. Permintaan maaf saja tidak cukup,” tegas Imam Satibi yang juga Rektor UMNU Kebumen.

Lima Sikap Resmi PCNU Kebumen
PCNU Kebumen menyatakan lima langkah tegas sebagai respons atas tayangan tersebut:
- Menolak setiap konten yang merusak martabat pesantren dan menilai tayangan itu tidak mengikuti kaidah jurnalistik.
- Menuntut Trans7 menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh pesantren yang dirugikan.
- Meminta pemerintah dan KPI menjatuhkan sanksi tegas terhadap Trans7 sebagai efek jera.
- Mengajak masyarakat untuk memboikot Trans7 hingga adanya tindakan dari regulator.
- Menginstruksikan warga NU menjadi garda terdepan membela kehormatan pesantren.
Imam Satibi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar bagi pembentukan karakter bangsa. Oleh karena itu, setiap pemberitaan tentang pesantren harus mengedepankan etika, riset, dan konfirmasi kepada pihak yang berwenang.








Saat ini belum ada komentar