Nasib Media Massa di Bawah Rezim Algoritma
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 13 Mar 2022
- visibility 3.106
- comment 0 komentar

Algoritma. (Foto: Canva)
Tidak itu saja, konten pindah agama artis dan konten yang mengaduk-aduk ranah privat seseorang ke ruang publik digital menjadi favorit, karena nyatanya diserbu para pembaca.
“Di sinilah bertarung antara ideologi viralitas dengan nilai-nilai etis jurnalistik,” kata Amir Machmud yang menjadi narasumber pada Sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang dilaksanakan oleh PWI Kabupaten Kebumen di Pendopo Kabumian, Rabu 9 Maret 2022.
Apakah media yang berbasis jurnalisme harus menyerah, menghamba pada Search Engine Optimization (SEO) dan Algoritma dan melepas sembilan elemen jurnalisme Bill Kovac? Menurut Amir sebenarnya masih ada harapan bagi lembaga pers untuk terus berkembang tanpa menanggalkan prinsip jurnalisme yang selama ini dianut.
Mengembangkan Kemampuan Digital
Wartawan dan praktisi media harus terus mengembangkan kemampuan digital, memadukan konten narasi berita kreatif dan memadukan gambar dengan platform digital. Hal itu guna menjaring lebih banyak pembaca dan pemirsa sekaligus pemasang iklan.
“Kerja sama dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan perguruan tinggi, merupakan keniscayaan yang menjadi jalan tengah bagi industri media saat ini,” tutur wartawan senior ini.
Sebelumnya, Dosen Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad PhD yang juga menjadi pembicara sarasehan itu, juga merisaukan tantangan industri media di dalam ekosistem digital dewasa ini. Peran media sebagai pilar keempat demokrasi terus mengalami penurunan. Hal ini ditandai dengan menguatnya krisis jurnalisme di industri media, di tengah semakin meningkatnya akses terhadap media sosial.
“Wartawan perlu memahami dan menggunakan dengan tepat dan efektif ragam model komunikasi publik, harus siap berkompetisi di tengah eksistensi digital dan rezim algoritma media sosial saat ini. Media dan jurnalis juga perlu meningkatkan kemampuan jurnalisme data,” papar lulusan S3 Bournemouth University Inggris tersebut.








Saat ini belum ada komentar