Musim Kemarau, PLN UPT Purwokerto Ingatkan Bahaya Bermain Layangan di Dekat Jaringan Listrik
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 6 Jul 2022
- visibility 3.189
- comment 0 komentar

Sosialisasi manfaat dan bahaya listrik di Desa Dorowati, Kecamatan Klirong, Kebumen. (Foto: Padmo)
Ini Bahaya Terbangkan Layangan di Dekat Jaringan Listrik
Biasanya pasca panen lahan pertanian kosong dan dimanfaatkan untuk menerbangkan layang-layang di sekitar tower PLN baik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) maupun Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
“Dengan sosialisasi ini masyarakat bisa memahami bahaya menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik. Jika memang menerbangkan layang-layang sebagai bagian dari budaya, maka menerbangkannya jauh dari jaringan, minimal 5 kilometer dari jaringan kami,” ujar Dira Chairunnisa.
BACA JUGA: Begini Meriahnya Festival Layang-layang di Pantai Tanggulangin
Selain itu, bermain layang-layang diminta tidak menggunakan bahan induktif seperti alumunium foil, kawat logam maupun dari bahan besi. Selain itu, untuk menerbangkan layang-layang jangan sampai dibiarkan terbang dan ditinggal pada malam hari.
“Karena kalau ditinggal dan lepas akan terkena jaringan. Saat jaringan SUTT maupun SUTET terganggu, padamnya akan berdampak sangat luas,” ujar Dira seraya menyebutkan bahwa Dorowati berada di dekat jaringan SUTT Kebumen-Gombong selain itu juga jaringan SUTET 500 KV Pedan-Kesugihan.







Saat ini belum ada komentar