

BERADA di perbukitan, sebagian masyarakat Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen memiliki mata pencaharian sebagai penyadap nira.Banyak pula warga yang memilih bekerja sebagai TKI hingga memicu tingginya angka perceraian.
Persoalan lain adalah masih banyak warga yang menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar. Hal itulah yang membuat salah satu pemuda desa setempat Muhammad Fatikhul Umam berupaya untuk memberdayakan masyarakat sekitar untuk melestarikan lingkungan sekaligus untuk mengangkat perekonomian daerah.
Salah satunya adalah dengan membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Klanceng Barokah. Dengan adanya KTH Klanceng Barokah di bawah binaan Dinas Perumahan Permukiman Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kebumen, warga Desa Kalipoh bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membudidayakan lebah klanceng. Warga sangat antusias, karena madu yang dihasilkan mempunyai harga jual tinggi yakni Rp 400.000/liter.
Awalnya budidaya itu hanya sebagai mata pencaharian tambahan. Tetapi setelah melihat perkembangannya, ternyata bisa menjadi mata pencaharian utama yang menggiurkan. Masyarakat pun semakin antusias membudidayakan lebah klanceng.
News & Inspiring