Monitoring Proyek, Wabup Kebumen Temukan Ketidaksesuaian
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 7 Agu 2019
- visibility 2.619
- comment 0 komentar

Wabup Kebumen Arif Sugiyanto saat memimpin monitoring proyek. (Foto: Aim-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate) – Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menemukan ketidaksesuaian dalam konstruksi bangunan dalam sebuah proyek pembangunan. Temuan itu saat Wabup memimpin Monitoring Terpadu Tim Pelaksana Pengendali Pembangunan Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2019 di Kebumen, Rabu (7/8/2019).
Wabup Arif Sugiyanto mengatakan bahwa dari semua titik yang sudah dilakukan pengecekan dirinya menemukan sedikit ketidaksesuaian penggunaan material yang digunakan.
“Dari semua yang sudah kami lakukan pengecekan terdapat beberapa temuan seperti ketidaksesuaian pada diameter besi yang digunakan kurang dari standar, serta jarak pengikat kerekatan besi tersebut, harusnya 15 cm rata-rata lebih dari 15 cm atau terlalu renggang,” ujar Arif Sugiyanto usai melakukan monitoring.
Tampak mendampingi, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, Inspektur Mahmud Fauzi, Kepala Disperindag Widiatmoko dan sejumlah pejabat lain.
Baca Juga: Begini Gaya Wakil Bupati Kebumen Menyerap Aspirasi Masyarakat
Adapun monitoring dimulai dari pengerjaan pembangunan pasar burung dan klithikan (Pasar Koplak) Kebumen, dilanjutkan monitoring ke sejumlah titik di antaranya pembangunan gedung kantor Kelurahan Tamanwinangun, pembangunan gudang RSUD dr Soedirman Kebumen, pembangunan jalan dan drainase RSUD dr Soedirman Kebumen, serta pembangunan gudang dan bengkel RSUD Prembun.
Lampaui Target
Beberapa proyek pengerjaan tersebut di atas sudah melampaui target pengerjaan terkecuali pengerjaan gedung kantor Kelurahan Tamanwinangun yang masih belum melampaui dari target 30,62% hingga 07 Agustus namun realisasi baru sekitar 29,16%.
Sebelumnya, Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz meminta para pelaksana proyek Pemkab Kebumen agar menyelesaikan pekerjaannya sesuai target. Dia mengingatkan, jika terjadi keterlambatan tidak hanya Pemkab Kebumen yang dirugikan, tetapi, juga pelaksana pekerjaan juga dipastikan rugi.
Baca Juga: Usai Dilantik Jadi Ketum PJSI, Wabup Kebumen Banting Atlet Judo?
“Hal ini lantaran, pembayarannya bisa terjadi keterlambatan hingga tidak dibayarkan. Bahkan, yang paling parah bisa diputus kontrak,” ujar Yazid Mahfudz saat monitoring terpadu pekerjaan konstruksi di wilayah Kebumen barat, Selasa (6/8/2019).
Adapun monitoring dilakukan empat titik. Yakni pembangunan SDN 3 Tambakmulyo Kecamatan Puring, pembangunan Puskesmas Ayah II di Desa Jintung Kecamatan Ayah. Kemudian, Pembangunan TPI Karangduwur Kecamatan Ayah dan pembangunan dermaga wisata, pendopo gathering, dan fasilitas sarpras objek wisata Pantai Logending. (ndo)







Saat ini belum ada komentar