Misteri Gelombang Pantai Lampon: Pencarian Rizal yang Terseret Arus Terus Dilakukan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 16 Mei 2025
- visibility 636
- comment 0 komentar

AYAH (KebumenUpdate.com) – Suasana duka menyelimuti keluarga Rizal Muhamad Ali (15) di Dusun Warak Desa Geblug Kecamatan Buayan, setelah remaja tersebut dilaporkan hilang terseret arus ombak Pantai Lampon pada Kamis sore 15 Mei 2025. Tim SAR gabungan kini memasuki hari kedua pencarian intensif di perairan yang dikenal berbahaya tersebut.
Menurut keterangan saksi, Rizal bersama seorang rekannya tiba di Pantai Lampon untuk menyalurkan hobi memancing pada pukul 14.30 WIB.
Namun, kegembiraan mereka berubah menjadi petaka ketika ombak besar datang dan menyeret Rizal sekitar pukul 17.00 WIB. Upaya panik sang rekan untuk menolong Rizal tidak membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dan mengerahkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki.
Tim Unit Siaga SAR (USS) Kebumen segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan assessment awal, mengumpulkan informasi penting, dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Tak berselang lama, tim rescue lengkap dari Kantor SAR Cilacap juga tiba di lokasi untuk memperkuat upaya pencarian. M Abdullah menekankan bahwa pihaknya menyadari betul betapa berbahayanya Pantai Lampon, dengan karakteristik ombak yang kuat dan arus bawah laut yang sulit diprediksi, sehingga strategi pencarian yang matang sangat diperlukan.
“Memasuki hari kedua operasi pencarian ini, kami telah menerapkan strategi yang komprehensif dengan membagi area pencarian menjadi tiga sektor yang berbeda,” jelasnya, Jumat 16 Mei 2025.
Sektor pertama atau SRU 1, fokus pada penyisiran wilayah perairan menggunakan perahu karet (LCR) dengan radius mencapai 2 Nautical Mile persegi dari titik terakhir korban terlihat.
Tim ini bergerak secara sistematis untuk mencari kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban di permukaan laut.
Sektor kedua, SRU 2, melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai ke arah timur, dimulai dari Pantai Surumanis yang berada di sisi barat Pantai Lampon, melewati lokasi kejadian, hingga mencapai Pantai Watubale di sisi timur.
Tim darat ini bertugas mencari kemungkinan korban terseret arus dan terdampar di sepanjang garis pantai. Sementara itu, untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas pencarian, sektor ketiga atau SRU 3 memanfaatkan teknologi drone thermal.
Drone ini dilengkapi dengan kamera pendeteksi panas tubuh dan melakukan pemantauan udara secara intensif di sekitar Lokasi Kejadian Perkara (LKP), dengan harapan dapat mendeteksi adanya potensi panas tubuh korban yang mungkin tidak terlihat dari permukaan laut maupun darat.
Upaya pencarian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota SAR gabungan dari berbagai instansi, relawan, serta dibantu oleh masyarakat setempat yang turut prihatin dengan kejadian ini.
Keluarga Rizal pun tampak tegar namun penuh harap di lokasi kejadian, menantikan kabar baik tentang keberadaan putra tercinta mereka.







Saat ini belum ada komentar