Mana Saja yang Prioritas? Bupati Lilis Umumkan Peta Perbaikan Jalan di Kecamatan Ayah
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 26 Okt 2025
- visibility 419
- comment 0 komentar

Hadiri pengajian akbar di Desa Kalipoh, Bupati Lilis umumkan peta perbaikan jalan di Kecamatan Ayah. (Foto: Hari)
AYAH (KebumenUpdate.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Desa Kalipoh Kecamatan Ayah Sabtu 25 Oktober 2025 malam, menjadi momen silaturahmi yang hangat dan penuh pengakuan.
Acara Pengajian Akbar yang digelar oleh Pemerintah Desa Kalipoh dan MWC NU Kecamatan Ayah ini menghadirkan penceramah Kyai Haji Muchlisin Chasbulloh, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Huda Jatilawang Banyumas.

Bupati Lilis Nuryani menghadiri pengajian akbar di Desa Kalipoh Kecamatan Ayah. (Foto: Hari)
Hadir Bupati Lilis Nuryani didampingi mantan Bupati Ir. Mohammad Yahya Fuad SE, pimpinan OPD, Forkopimcam Ayah, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Kalipoh, pengurus MWC NU Kecamatan Ayah, serta kepala desa dari Argosari, Tlogosari, Watukelir, Kalibangkang, dan warga sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani secara terbuka mengakui bahwa ia kalah suara di Desa Kalipoh saat perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu.
Namun, ia menegaskan bahwa undangan dari Kepala Desa dan MWC NU Kalipoh adalah wujud silaturahmi yang harus dipenuhi.
“Saya tadi harus membagi waktu karena di waktu yang sama juga ada acara di Ponpes Al-Kamal Kuwarasan,” ujar Bupati Lilis.
Ia bahkan menceritakan protes yang dilayangkan oleh sepupunya, yang juga merupakan Dewan Pimpinan Ponpes Al-Kamal.
“Lah mba, pesantren e dewek kok malah ditinggal, malah meng Kalipoh?” (Lho Mbak, pesantren sendiri kok malah ditinggal, malah ke Kalipoh?)” tiru Bupati Lilis menceritakan protes tersebut.
Sontak, Bupati Lilis menjawab dengan tegas.
“Lha saya sekarang kan Bupati, ora usah mikir menang apa kalah, dirangkul kabeh (tidak usah memikirkan menang atau kalah, dirangkul semua),” yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Bupati juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang membuatnya bisa bersilaturahmi dan mengetahui kondisi daerah secara langsung.
“Saya tadi berangkat jam 19.00, tapi harus ke pesantren saya dulu di Al-Kamal Kuwarasan. Lalu jam 21.00 baru ke sini, ternyata perjalanannya jauh juga. Saya jadi tahu kalau jalannya rusak, ya. Insyaallah tahun depan saya perbaiki,” janji Bupati Lilis.
“Alhamdulillah saya sampai sini, sebelahnya seperti hutan ya. Pikiran saya kok ngga nyampe-nyampe ya. Tapi alhamdulillah ada rumah satu, terus naik lagi, naik gunung. Jadi dengan diundangnya saya ke sini, saya jadi tahu jalan-jalan yang rusak,” tambahnya.
Bupati kemudian menginformasikan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Ayah yang akan diperbaiki pada tahun anggaran 2025-2026. Di antaranya ruas Bumiagung-Demangsari, Demangsari-Jatijajar, Banyumudal-Redisari, Geblug-Candirenggo, Rogodono-Pringtutul, Rogodadi-Watukelir, Demangsari-Boyowulung, Rogodono-Pringtutul, dan Pringtutul-Jatijajar.
Adapun ruas Kalibangkang-Argosari juga disebutkan sedang dalam pengerjaan.
“Jadi Kecamatan Ayah insyaallah tahun depan jalannya mulus. Semulus pahanya sapi,” ucapnya disambut tepuk tangan riuh.
Sebagai bentuk perhatian terhadap bidang keagamaan, Bupati Lilis menginformasikan alokasi dana hibah dari APBD Perubahan untuk membantu kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat.
Di antaranya Rp790 juta untuk pembangunan dan operasional 6 pondok pesantren, Rp1,4 miliar untuk perbaikan dan kegiatan di 44 masjid, Rp1,1 miliar untuk bantuan 67 musala, dan Rp500 juta untuk 15 TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan Madin (Madrasah Diniyah).
Pesan untuk Santri: Melek Teknologi dan Jaga Akhlak
Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan kepada para santri untuk melek teknologi, peka terhadap lingkungan, dan tetap menjaga adab.
“Dunia boleh berubah, tapi akhlak santri tidak boleh luntur. Ilmu yang tinggi harus diimbangi dengan sikap rendah hati” tegasnya.
“Saya berharap para santri Kebumen terus menjadi generasi yang kuat imannya, luas wawasannya, dan siap berperan dalam pembangunan daerah,” tutupnya.
Sementara itu, Kyai Haji Muchlisin Chasbulloh dalam ceramahnya menyampaikan sejarah Hari Santri Nasional dari Resolusi Jihad.
Ia juga menyoroti perbedaan zaman, di mana kini jarang ditemui anak-anak tidur di musala atau masjid seperti dulu.
Tidak hanya itu, ia juga berpesan kepada orang tua untuk mengubah pola pikir (mindset) dan tidak memaksakan kehendak, tetapi mendengarkan keluh kesah anak agar mereka siap menghadapi zaman yang berbeda. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar