Mahasiswa Kebumen Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Alasannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 6 Sep 2022
- visibility 2.063
- comment 0 komentar

Aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. (Foto: Dok. PMII Kebumen)
Ketua PC PMII Kebumen Muhammad Aris Widodo menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil konsolidasi PKC PMII Provinsi se-Indonesia yang mewakili Pengurus Cabang Kabupaten se-Indonesia dengan PB PMII.
“Bahwa dengan tegas PMII mutlak menolak kenaikan harga BBM,” ujar Aris Widodo.
Kenaikan Harga BBM Berdampak Buruk
Melalui pernyataan sikapnya, Aris Widodo menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah. Hal ini dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.
Kenaikan harga BBM tentu menyentuh inflasi secara umum karena akan merambat ke seluruh sektor termasuk harga-harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Harga Pertalite Naik Jadi Rp 10.000 Per Liter, Ini Alasan Pemerintah
Menaikkan harga BBM juga akan mengganggu perputaran roda ekonomi dalam sektor-sektor strategis negara. Sebagian besar aktivitas perekonomian nasional terutama sektor transportasi, industri, pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, dan lain sebagainya akan sangat terdampak.
Berantas Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Alih-alih menaikkan harga BBM bersubsidi, semestinya pemerintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi. Selama ini, sudah menjadi rahasia umum, bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan rakyat dan negara.









Saat ini belum ada komentar