Kisah Syamsul, Penderita Jantung yang Hidupnya Terbantu Program JKN
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 1 Agu 2025
- visibility 395
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Rasa nyeri di dada yang awalnya dianggap masuk angin biasa, ternyata menjadi pertanda penyakit jantung yang serius bagi Syamsul Huda, seorang warga Desa Peniron, Kabupaten Kebumen.
Syamsul, yang kini berusia 45 tahun, tidak pernah menyangka bahwa gejala yang ia rasakan sejak bulan puasa 2025 lalu akan mengganggu aktivitasnya sebagai kepala keluarga.
Awalnya, pria yang sehari-hari berdagang marning bersama sang istri ini hanya meminta istrinya untuk mengerok badannya, berpikir bahwa itu hanyalah masuk angin biasa.
Namun, rasa nyeri tersebut tak kunjung sembuh, bahkan disertai sesak napas. Ia pun sempat ragu untuk memeriksakan diri karena terkendala biaya.
“Saya sempat takut mau periksa, jujur karena tidak ada biaya. Uang hasil jualan marning setiap hari hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari,” tutur ayah tiga anak itu saat ditemui di Puskesmas Pejagoan, Jumat 1 Agustus 2025.
Sebagai tulang punggung keluarga, Syamsul tak bisa berlama-lama menahan sakitnya. Berbekal kartu JKN yang ia miliki, ia memberanikan diri untuk berobat ke Puskesmas Pejagoan.
Dari pemeriksaan awal, ia langsung dirujuk ke RSUD dr Soedirman Kebumen. Di sana, Syamsul didiagnosis menderita gangguan jantung dan harus menjalani pengobatan serta kontrol rutin setiap bulan.
“Awalnya saya ragu, apakah bisa berobat pakai JKN atau tidak. Alhamdulillah, ternyata semua biaya pengobatan saya dijamin penuh oleh Program JKN,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Syamsul menjadi bukti nyata manfaat Program JKN. Ia beserta istri dan ketiga anaknya merupakan peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah terdaftar beberapa tahun lalu.
Syamsul mengaku sangat bersyukur karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan yang bisa mencapai jutaan rupiah.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan Syamsul. Istrinya juga telah merasakan betul pertolongan JKN saat melahirkan anak keduanya dan ketiganya melalui operasi caesar pada tahun 2018 dan 2024.
“Waktu itu saya juga bingung karena katanya operasi caesar mahal. Tapi ternyata dengan JKN, istri saya bisa mendapatkan pelayanan terbaik, tanpa kami mengeluarkan biaya sedikit pun. Dua kali operasi, semuanya dijamin,” kata Syamsul penuh rasa syukur.
Meski kini harus rutin kontrol ke rumah sakit, Syamsul tetap semangat menjalani hari-hari. Ia giat bekerja dan menjadi ayah yang kuat bagi ketiga anaknya.
Syamsul meyakini, Program JKN adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan perlindungan kesehatan.
“Saya merasa negara hadir lewat JKN. Terima kasih untuk BPJS Kesehatan dan semua pihak yang sudah membuat program ini berjalan. Semoga makin banyak masyarakat seperti saya yang terbantu,” tutup Syamsul dengan senyum penuh harapan.








Saat ini belum ada komentar