Kades Bendogarap Lapor Polisi, Kades Kebadongan Mengaku Pernah Diminta Isi Kas Rp 100 Juta

Kades Bendogarap Lapor Polisi
Kades Bendogarap keluar ruang penyidik Polres Kebumen. (Foto: Istimewa)

Diketahui, aksi dugaan pemerasan oleh oknum kades ini berawal dari adanya laporan warga Desa Bendogarap yang melaporkan dirinya ke Kejaksaan Negeri Kebumen. Terkait proyek pembangunan pondasi bangunan dengan luas 36 x 36 meter yang dinilai tidak sesuai prosesur.

Agar kasusnya tidak berlanjut dan berhenti  Kades Bendogarap ini diminta untuk menyediakan uang Rp 50 juta oleh oknum kades Sr sebagai uang penyelesaian kasus.

Bacaan Lainnya

“Uang cash Rp 50 juta saya serahkan ke Pak Kades itu langsung Mas,” tandasnya.

Kades Kebadongan Diminta Siapkan Rp 100 Juta untuk Isi Kas

Cerita lain dari Kades Kebadongan Marjuni yang mengaku pernah akan menjadi korban percobaan pemerasan oleh oknum kades yang sama. Dia menegaskan kala itu dihubungi oleh yang bersangkutan terkait pengadaan pembelian mobil siaga pada tahun 2020.

Baca Juga: Revolusi Mental Kepemimpinan Desa Menuju Kemandirian Ekonomi Berbasis BUMDesa

Marjuni mengaku membeli mobil minibus untuk mobil siaga Rp 221 juta bersumber dari dana desa. Pembelian mobil tersebut dianggap menyalahi aturan sehingga dirinya diminta untuk mengisi kas saja dari pada nanti di proses hukum.

“Dari pada nanti diproses lebih baik damai aja siapkan uang Rp 100 juta untuk isi kas,” katanya menirukan apa yang diucapkan oleh oknum kades Sr yang diduga jadi makelar kasus tersebut.

Namun, hal tersebut urung dilakukan karena dirinya mengaku tidak memiliki uang sebanyak Rp 100 juta.

Pos terkait