Ini Kemampuan yang Dibutuhkan untuk Hadapi Era Society 5.0
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 26 Okt 2019
- visibility 15.443
- comment 0 komentar

Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bangsa Dr H Slamet Ahmadi MM didampingi Ketua STIE Putra Bangsa Gunarso Wiwoho SE MM menyerahkan cindera mata kepada perwakilan LLDikti Wilayah VI Jateng dalam Wisuda Ke-15 Program Sarjana dan Diploma. (Foto: Adzen-KebumenUpdate)
KEBUMEN(KebumenUpdate.com) – Era Masyarakat 5.0 atau Society 5.0 merupakan era baru dalam kehidupan bermasyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Konsep ini lahir sebagai pengembangan revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.
Melalui Masyarakat 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia dalam membuka peluang-peluang bagi kehidupan manusia.
Ketua STIE Putra Bangsa Gunarso Wiwoho SE MM mengatakan hal itu saat memberikan sambutan pada Wisuda Ke-15 Program Sarjana dan Diploma di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Kamis (24/10/2019). Wisuda diikuti oleh 350 lulusan yang terdiri atas 58 wisudawan dari jenjang Program D3 Akuntansi dan 292 lulusan dari Program S1 Manajemen.
Baca Juga: Era Pendidikan 4.0, Kepala Sekolah Harus Inovatif dan Visioner
“Banyak analisis menyatakan bahwa keunggulan kompetitif sebuah bangsa di era ini, terletak pada kemampuan mengintegrasikan beragam sumber daya yang dimiliki. Sehingga memiliki konektivitas pada penguasaan teknologi, komunikasi, dan big data untuk menghasilkan ‘smart product’ dan ‘smart services’, dan tidak sekadar pada produktivitas kerja yang berskala besar semata,” ujar Gunarso Wiwoho.
Acara wisuda dihadiri oleh Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH, perwakilan Lembaga Layanan Dikti Wilayah 6 Jateng, dan Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bangsa Dr H Slamet Ahmadi MM dan para wali wisudawan/wisudawati.
Baca Juga: Teknologi Informasi Jadi Panglima Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi
Lebih lanjut, Gunarso memaparkan, pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi Masyarakat 5.0. Pendidikan yang mengedepankan soft skills dan transversal skills, yakni keterampilan hidup, dan keterampilan yang secara kasat tidak terkait dengan bidang pekerjaan dan akademis tertentu, saat ini perlu menjadi prioritas untuk terus dikembangkan.
“Dalam Forum Ekonomi Dunia dirumuskan 10 kemampuan yang harus dimiliki guna menghadapi super smart society tersebut. Tiga kemampuan tertinggi yang dibutuhkan adalah kemampuan memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, dan kreativitas,” ujarnya.
Penguasaan ketiga kemampuan utama yang dibutuhkan masa depan menjadi tanggung jawab dunia pendidikan. Para mahasiswa yang sekarang duduk di bangku kuliah merupakan pemilik masa depan dengan konstruksi Masyarakat 5.0 tersebut.
Baca Juga: Tahun Pertama, Akademi Komunitas Al Kahfi Jaring 67 Mahasiswa Baru
Masa depan yang sekaligus berada pada era Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambigue (VUCA) penuh gejolak, tidak pasti, kompleks/rumit, dan tidak jelas/serba kabur, dikarenakan perubahan yang teramat cepat akibat kemajuan teknologi. Tak ayal lagi, para pemegang masa depan tersebut tidak cukup dibekali dengan timbunan ilmu pengetahuan, tapi juga cara berpikir.
“Cara berpikir yang harus selalu dikenalkan dan dibiasakan adalah cara berpikir untuk beradaptasi di masa depan, yaitu analitis, kritis, dan kreatif. Cara berpikir itulah yang disebut cara berpikir tingkat tinggi. Berpikir ala HOTS (Higher Order Thinking Skills) bukanlah berpikir biasa-biasa saja, tapi berpikir secara kompleks, berjenjang, dan sistematis,” ujarnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar