Hari Otonomi Daerah 2026, Gubernur Jateng Tegaskan Birokrasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 169
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan yang diterima Sekda Kebumen Edi Rianto. (Foto: Humas Jateng)
Ia mencontohkan masih adanya ketimpangan antara wilayah Pantai Selatan (Pansela) dan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah yang perlu segera diatasi melalui kebijakan terarah, termasuk proyek strategis nasional.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran. Seluruh program pemerintah harus dirancang tepat guna dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tidak boleh ada pemborosan. Semua kegiatan harus berdampak langsung,” ujarnya.
Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Peringatan HOD ke-30 tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya sinergi antara kemandirian daerah dan kebijakan nasional.
Penghargaan Daerah Berprestasi
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga menyerahkan penghargaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada sejumlah daerah.
Untuk kategori LPPD kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri. Sementara kategori kota diraih Kota Surakarta dan Kota Salatiga.
Adapun penghargaan SPM kategori kabupaten diberikan kepada Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Kebumen. Sedangkan kategori kota diraih Kota Magelang dan Kota Semarang.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan pemerintahan daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mendorong birokrasi yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat. ***
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar