Perajin Tempe Tahu Ancam Mogok Produksi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 22 Feb 2022
- visibility 2.458
- comment 0 komentar

Mendag Muhammad Lutfi memantau di Pasar Dorowati. (Foto: Padmo)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jateng mengajak perajin tempe untuk berhenti produksi untuk merespons kenaikan harga kedelai. Penghentian produksi tersebut dimulai 21 sampai 23 Februari 2022.
“Kenaikan harga ini semakin tak bisa diikuti para perajin. Pemerintah harus mengambil tindakan agar perajin tidak semakin susah,” jelas Ketua Puskopti Jawa Tengah Sutrisno Supriantoro.
Puskopti Jateng mengimbau anggotanya untuk menyesuaikan harga jual dengan ongkos produksi sesuai kenaikan harga kedelai. Saat ini harga kedelai Rp 10.500 hingga Rp 11.000 per kilogram. Sehingga untuk tahu tempe Rp 53.700 per papan atau kisaran Rp 20.000 per tong.
Baca Juga: Binda Jateng Gelar Vaksinasi Anak dan Door to Door di Kecamatan Alian
Sutrisno berharap seluruh anggotanya untuk solid dan kompak dalam menjalankan aksi mogok produksi ini. Jika ada anggota yang tidak mengikuti imbauan mogok produksi ini. Meski meminta anggotanya mogok produksi, dia mengimbau anggotanya tidak turun ke jalan atau bertindak anarkis.
“Kita protes dengan cara kita agar pemerintah mendengarkan suara perajin tahu dan tempe,” ujarnya.








Saat ini belum ada komentar