Asrama Annur Gombong Buka Kelas Al-Qur’an Bahasa Isyarat Pertama di Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 21 Jul 2025
- visibility 602
- comment 0 komentar

Foto bersama pendiri dan pembina Asrama Pelajar/Santri Annur, M. Yahya Fuad, Bupati Lilis Nuryani dan jajarannya, serta santri berprestasi. (Foto: Hari)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Asrama Pelajar/Santri Annur di Jalan Kartini Kelurahan Gombong semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan yang inovatif dan inklusif. Selain fokus pada pembinaan santri berprestasi, Annur kini merintis program pembelajaran Al-Qur’an berbahasa isyarat bagi teman tuli.
Program mulia ini merupakan wujud kepedulian Annur terhadap penyandang disabilitas. Setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 09.00 WIB, Masjid Annur membuka kelas TPQ khusus untuk teman tuli di Kebumen.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) dan para wali santri yang turut hadir dalam acara lepas sambut santriwan/santriwati, Senin 21 Juli 2025.
Acara lepas sambut dihadiri Bupati Lilis Nuryani, didampingi sang suami Ir H Mohammad Yahya Fuad SE yang merupakan pendiri dan pembina Asrama Annur. Turut hadir Asisten 3 Mohamad Arifin, Kepala Disarpus Sigit Dwi Purnomo, dan Plt Kepala Dinsos P3A Yunita Prasetyani.
Pengasuh Asrama Pelajar Annur, Ustaz M Wahyudi, menjelaskan bahwa asrama ini telah berdiri sejak tahun 2010 dan sepenuhnya didukung oleh Tradha Foundation, bagian dari program CSR Tradha Group. Dari penjelasannya, Asrama Annur memberikan beasiswa penuh untuk santri jenjang SMA dan sederajat.
“Saat ini, terdapat 31 santri aktif yang berasal dari berbagai daerah seperti Karanggayam, Ayah, Petanahan, dan sekitar Gombong,” kata Ustaz Wahyudi.
Adapun untuk tahun ini, Asrama Annur menerima 15 santri baru (8 putri dan 7 putra) berkat penambahan fasilitas kamar putri. Saat ini, total kapasitas asrama mencapai 36 santri (18 putra dan 18 putri).
Ustaz Wahyudi juga menekankan pentingnya pendidikan menyeluruh bagi para santri, menyerukan kolaborasi aktif antara pihak asrama dan wali santri. Hal ini disampaikan menyusul pengamatan bahwa kebiasaan baik yang dibina di asrama seringkali tidak berlanjut ketika santri kembali ke rumah.
“Pendidikan kepada anak ini seharusnya adalah pendidikan secara menyeluruh, yang artinya jangan sampai pendidikan diserahkan hanya kepada kami yang di asrama atau hanya pada yang di sekolah. Seringkali kami mengalami ketika di asrama dibina dengan baik, pas waktu pulang di rumah kebiasaan itu tidak dilanjutkan,” harap Wahyudi.
Pihak asrama juga menjelaskan bahwa segala kebutuhan santri telah terpenuhi untuk mendukung proses belajar mereka.
“Di sini semuanya sudah dicover, mulai dari uang saku, untuk berangkat ke sekolah sepeda dibelikan, semuanya sudah dicover. Mereka tinggal belajar saja,” pungkas pengasuh, menegaskan bahwa fasilitas yang memadai telah disediakan agar santri dapat fokus sepenuhnya pada pendidikan.
Ia juga menjelaskan bahwa santri dibebaskan memilih sekolah sesuai minat, baik yang berorientasi langsung kerja (SMK) maupun yang ingin melanjutkan kuliah (SMA/MAN).
Adapun empat santri yang lulus di antaranya langsung diterima bekerja di Tradha Group, melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan membantu orang tuanya di rumah.
Santri Annur Berprestasi di Berbagai Bidang
Santri Annur tak hanya unggul dalam pembelajaran agama, tetapi juga menorehkan prestasi gemilang di sekolah masing-masing dan berbagai kompetisi. Atas capaian tersebut, Bupati Lilis Nuryani dan pembina asrama M Yahya Fuad menyerahkan penghargaan dan uang pembinaan kepada santri berprestasi.
Prestasi Eksternal (Di Sekolah):
- Ibnu Sidik Rojali (SMK Wongosorejo Gombong): Peringkat 2 Kelas 11 TITL A dan Juara 3 Robotik Tingkat Provinsi (LKS).
- Bayu Tri Sasongko (SMK Wongosorejo Gombong): Peringkat 1 Kelas 11 TKR A.
- Bibit Fajar Priyanto (SMK Negeri 1 Gombong): Peringkat 4 Kelas 10 TKR.
- Chaerudin Wahid Nur Hidayat (SMK Negeri 1 Gombong): Juara 1 Futsal Tingkat Kabupaten (Kejuaraan Futsal Rektor Purworejo).
- Hanifah Pusparini (MAN 4 Kebumen): Peringkat 2 Kelas 11.
- Nabila Gitriya Marsha (MAN 4 Kebumen): Juara 3 FLS2N Musikalilasi Puisi dan Juara 1 Medali Emas OSN Biologi Tingkat Provinsi.
- Tiara Yesika Putri (SMA Negeri 1 Gombong): Peringkat 4 Kelas 11.
- Anisa Nur Aini (SMA Muhammadiyah Gombong): Peringkat 1 Kelas 10.
- Diana Darmawanti Samsudin (SMA Muhammadiyah Gombong): Lulus Seleksi UM-PTKIN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Prodi Perbankan Syariah).
Prestasi Internal (Di Annur):
- Aldin (SMK Wongosorejo Gombong): Santri Teladan Putra Masjid Annur.
- Dewi Apilianti (SMA Negeri 1 Gombong): Santri Teladan Putri Masjid Annur.
Pesan dan Harapan dari Pemimpin
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan kebahagiaannya. Ia berpesan agar santri baru belajar sungguh-sungguh demi meraih cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
“Santri bukan sekadar pelajar, melainkan juga penjaga nilai, pembawa cahaya, dan penggerak kebaikan di masyarakat. Selamat datang kepada para santri yang baru bergabung. Di sini, kami tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membina akhlak mulia serta menanamkan rasa cinta kepada agama dan bangsa. Saya berdiri di sini bukan sebagai bupati, tapi sebagai ibu yang turut bahagia bersama anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu Mohammad Yahya Fuad dalam tausiahnya memberikan tiga pesan kunci: pentingnya membahagiakan orang tua dengan akhlak mulia, kejujuran sebagai pondasi hidup, dan memilih sahabat yang saleh/salehah yang dapat membawa ke surga.
“Membahagiakan orang tua tidak selalu tentang kekayaan atau uang. Justru, hal itu bisa diwujudkan dengan akhlak yang baik dan perlakuan yang tulus kepada mereka. Selagi kita masih memiliki orang tua, ada sosok yang bisa kita bahagiakan. Ingat, kunci utama kesuksesan seorang anak adalah membahagiakan orang tua, bukan membahayakan atau menyakiti mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih keberkahan dalam hidup,” pesan M Yahya Fuad.
Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan kisah inspiratif pembangunan Masjid Nururrohmah sebagai bentuk bakti kepada ibunda, dan Masjid Annur sebagai wujud cinta kepada sang istri, Bupati Lilis Nuryani.







Saat ini belum ada komentar