Gubernur Ahmad Luthfi Beri Ruang Seluas-luasnya kepada Fatayat NU dalam Pembangunan Jateng
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 4 Mei 2025
- visibility 1.472
- comment 0 komentar

Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah memotong tumpeng. (Foto: Istimewa)
Langkah ini penting, mengingat kecamatan merupakan titik tengah yang strategis dalam rentang kendali pembangunan dari tingkat provinsi hingga desa.
“Kami minta segera keluarkan SK, karena edaran program ini sudah hampir selesai di tingkat provinsi. Kecamatan nanti akan jadi pusat pembangunan yang lebih terfokus,” ujarnya.
Luthfi menambahkan, meskipun Fatayat NU telah memiliki struktur kepengurusan hingga ke berbagai tingkatan, ke depan akan diberikan porsi khusus di tingkat kecamatan agar pelaksanaan program bisa lebih masif dan efektif.
Dia juga menyinggung tantangan ketenagakerjaan di Jawa Tengah, bukan dari kurangnya lapangan kerja, tetapi dari kesiapan sumber daya manusia.
“Banyak lowongan kerja di Jawa Tengah, tapi SDM yang sesuai kompetensinya belum banyak. Maka pelatihan, vokasi dan BLK harus disesuaikan dengan potensi lokal dan Fatayat harus ambil bagian di situ,” ujarnya.
Program Pemberdayaan Perempuan Terintegrasi dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Gubernur menyebut bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Pantura, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjadi peluang besar yang harus direspons dengan baik.
Oleh sebab itu, program-program pemberdayaan perempuan harus terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja yang ada di Jawa Tengah.
“Fatayat tetap pakai baju kebesarannya, tapi mulai masuk ke program-program nyata yang provinsi dan kementerian sudah siapkan. Baik untuk perempuan mandiri maupun yang bekerja,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar