Gubernur Ahmad Luthfi Beri Ruang Seluas-luasnya kepada Fatayat NU dalam Pembangunan Jateng
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 4 Mei 2025
- visibility 1.665
- comment 0 komentar

Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah memotong tumpeng. (Foto: Istimewa)
Luthfi menutup dengan pesan bahwa pembangunan Jawa Tengah harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Bahasa kami adalah Together We Can, bersama-sama kita bisa. Tidak bisa bekerja pating pecotot atau sendiri-sendiri, semua harus sinergis agar hasilnya nyata dan dirasakan masyarakat,” katanya.
Jadi Perempuan Berdaya dapat Dilakukan dengan Berbagai Cara
Dalam momentum tersebut, Ahmad Luthfi menyinggung arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah tahun 2025 yang fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, swasembada pangan dan penguatan SDM.
Pada tahun-tahun berikutnya akan menjadi kelanjutan yang terstruktur dan berorientasi pada keberlanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah menyampaikan bahwa menjadi perempuan berdaya dan berkarya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Baik dengan berkiprah di tempat publik maupun menjadi ibu rumah tangga.
“Menjadi ibu rumah tangga itu juga tidak sekadar selesai pada pekerjaan rumah, tetapi, harus bisa meningkatkan kualitasnya, karena harus melahirkan generasi penerus bangsa,” katanya.
Dalam pembangunan nasional dan daerah, peran perempuan tidak bisa dikesampingkan. Perempuan harus berpartisipasi dalam pembangunan, mulai dari lingkup keluarga.
“Kami siap mendukung program-program pemerintah, khususnya pengentasan kemiskinan dan stunting,” tegasnya.














Saat ini belum ada komentar