Dua Ekor Penyu Sisik yang Dikarantina Konservasi Penyu Kali Ratu Muntahkan Sampah Plastik
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 4 Jun 2024
- visibility 1.275
- comment 0 komentar

Pengelola Konservasi Penyu Kali Ratu saat menunjukkan penyu sisik. (Foto: Syarif)
“Menurut hasil diskusi informal dengan komunitas penyu dan reptil dari berbagai daerah, memang ada fase satwa berpuasa atau hibernasi dalam beradaptasi. Penyu sisik yang kami terima memang secara alami memuntahkan polutan plastik di minggu-minggu awal proses karantina. Bahkan, salah satu dari dua ekor penyu tersebut hingga kurang lebih dua bulan lamanya tidak mau makan,” ujarnya.
Ciri Penyu Sisik
Menurut Edi, jika melihat perkembangan proses karantina, dua ekor penyu yang memiliki ciri khas sisik-sisik pada bagian karapas atau tempurung dengan warna kuning, merah, cokelat, dan hijau itu masih memiliki potensi untuk hidup.
“Biasanya, seperti penyu sisik yang kita terima pertama, dia baru mau makan setelah dua bulan karantina. Meski pelet atau ikan segar yang kita kasih tidak dimakan, tapi tetap kita berikan. Setelah dua bulan masa karantina, penyu sisik yang awal kita terima sekarang sudah mulai sehat dan mau makan. Semoga penyu sisik yang baru saja kita terima kondisinya juga lekas membaik,” imbuhnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Edi mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di aliran sungai maupun laut, terlebih sampah tersebut merupakan sampah plastik.
“Tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan dan banjir, namun sampah plastik yang masuk ke sungai juga dapat mengalir ke laut melalui muara, apalagi membuang sampah plastik ke laut. Imbasnya jelas bisa merusak ekosistem laut. Contohnya peristiwa penyu yang memuntahkan plastik ini. Kita prihatin sekali. Oleh karenanya, mari kita jaga lingkungan dan alam disekitar kita, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.









Saat ini belum ada komentar