Cinta Kandas, Warga Pejagatan Sebar Foto dan Video Syur Mantan Pacar di Medsos

  • Whatsapp
Video Syur
Tersangka saat dimintai keterangan di Mapolres Kebumen. (Foto: Polres Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tak terima cintanya kandas di tengah jalan, seorang pemuda berinisial SM (32) warga Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen nekat menyebar gambar syur sang mantan di dunia maya.

Foto maupun video mantan pacarnya diunggah pada akun media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter hingga Instagram. Aksi itu bertujuan agar orang lain juga bisa melihat. Buntutnya, dia dilaporkan oleh korban inisial AA (19) kepada Polres Kebumen.

Berita Lainnya

SM Berstatus Sebagai Tersangka

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, SM saat ini berstatus sebagai tersangka. Dia diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Setelah kami mendapatkan laporan dari korban, kami melakukan penangkapan kepada tersangka. Selain itu handphone Android milik tersangka juga kami amankan untuk kepentingan penyidikan,” jelas AKBP Rudy Caha Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Afiditya, Minggu 11 Oktober 2020.

Adapun tersangka mengunggah foto maupun video korban yang tak pantas melalui akun medsos yang dibuat pada Maret 2020. Tujuannya untuk mempermalukan korban.

Tersangka Kerap Melakukan Teror

Tersangka juga kerap melakukan teror kepada korban melalui sms. Dalam teror itu, tersangka akan memberi pelajaran kepada siapa saja, laki-laki yang mendekati korban. Korban juga mendapatkan ancaman dari tersangka, hidupnya akan dibuat tidak tenang.

Selain smartphone android, polisi juga telah menyita akun medsos milik tersangka yang digunakan sarana untuk mengunggah foto korban hingga diberikan caption kata-kata vulgar. Hal membuat korban merasa tertekan.

“Iya Pak, akun itu saya yang buat. Saya juga melakukan teror,” jelas tersangka di hadapan penyidik.

Tersangka Terancam Enam Tahun Penjara

Atas ulahnya, tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) Juncto Pasal 27 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016, tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan diancam dengan hukuman paling lama enam tahun penjara. (win)

Berita Terkait