Bupati Arif Bakal Izinkan PKL Alun-alun Berjualan Siang dan Malam, Ini Alasannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 1 Mar 2021
- visibility 4.799
- comment 0 komentar

Seorang pedagang nasi goreng di Alun-alun sedang melayani pembeli. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengizinkan para Pedagang Kali Lima (PKL) berjualan siang dan malam di seputaran Alun-alun Kebumen. Bahkan Bupati akan memberikan sejumlah fasilitas yang memadahi tanpa pungutan biaya serupiah pun.
Kebijakan itu sebagai upaya medukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Pedagang akan diberikan kelengkapan berdagang dari pemerintah mulai dari tenda, gerobak, meja dan juga kursi pengunjung. Dengan begitu diharapkan masyarakat yang berkunjung ke pusat kuliner tersebut bisa memiliki kesan dan kebanggaan tersendiri.
“InsyaAllah akan kami siapkan satu tempat khusus dan fasilitas yang memadahi. Termasuk tempat duduk pengunjung. Dengan begitu pembeli merasa nyaman dan bisa selfie karena bangganya ada di Alun-alun kabupaten kebumen,” ucap Arif Sugiyanto di sela-sela tasyakuran pelantikan bupati bersama para PKL Kebumen di Pendopo Rumah Dinas Bupati Minggu, 28 Februari 2021.
Turut hadir Kepala Disperindagsar Kebumen Widiatmoko serta sejumlah tokoh masyarakat.
Masyarakat Harus Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi
Menurut Bupati di tengah pandemi Covid seperti sekarang ini, masyarakat harus segera bangkit dari keterpurukan ekonomi. Untuk itu pemerintah memiliki kewajiban mensejahterakan semua elemen masyarakat, tak terkecuali dengan para pedagang. Selama ini pedagang yang berada di seputaran Alun-alun Kebumen dirasa kurang tersentuh secara maksimal, sehingga terlihat kurang begitu baik dan rapih.
“Kewajiban pemerintah daerah ialah harus bisa memberikan kesejahteraan masyarakatnya, termasuk juga pedagang. Khusus pedagang di Alun Alun Kebumen, saya lihat selama ini belum tersentuh secara maksimal,” ujarnya.
Bupati menambahkan, dalam waktu dekat akan segera dilakukan penataan para pedagang yang ada di Alun-alun Kebumen, agar lebih rapih dan bersih. Selain itu Arif juga menegaskan bagi para pedagang nantinya tidak dipungut retribusi serupiah pun dan jika ada yang memungut retribusi, pihaknya akan menindak tegas. Para pedagang juga akan disiapkan ketersediaan air bersih dan juga listrik.
“Yang terpenting adalah PKL pedagang yang kita sebut itu adalah pedagang yang ingin mencari nafkah dengan kreatifitasnya di tengah pandemi Covid-19 ini tidak boleh dipungut satu rupiah pun. Jika ada yang berani memungut akan saya tindak,” tegas Arif.
PKL Alun-alun Hingga Tugu Lawet akan Terkoneksi
Rencana Bupati ke depan, seluruh pedagang yang berada di seputaran Alun-alun hingga Tugu Lawet hingga Jalan Sutoyo akan terkoneksi. Ini dilakukan agar ketika masyarakat maupun wisatawan datang, maka ini menjadi sebua ikon baru, yakni kawasan wisata kuliner Kebumen.
“Pelan-pelan akan kita rapihkan, karena harus terkonek dari Alun-alun hingga pedagang sampai tugu lawet, dari Alun-alun sampai Jalan Sutoyo itu semua akan kita koneksikan semuanya, supaya ketika pengunjung datang mereka tahu ini adalah kawasan wisata kuliner kebumen,” imbuhnya. (*/ndo)








Saat ini belum ada komentar