Dari Panggung Mode, Literasi, hingga Pemberdayaan UMKM: Kebumen Gelar Community Fair 2025
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 14 Mar 2025
- visibility 875
- comment 0 komentar

Foto bersama peserta dan panitia Community Fair 2025. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Semangat sinergi dan kolaborasi mewarnai acara Pembinaan Komunitas dan Community Fair 2025 yang digelar di Kebumen, Jumat 14 Maret 2025.
Berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Community Fair 2025 dihadiri pendiri Ascendia Tradha yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen Sigit Dwi Purnomo, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pengelola Geopark Kebumen, dan lebih dari 40 komunitas.

Founder Ascendia Tradha yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, menyerahkan paket sembako kepada peserta Community Fair 2025. (Foto: Hari)
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan penampilan fashion show dari POTADS (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome), lantunan hafalan surat pendek dari Komunitas Sahabat Lingkungan, aksi memukau dari Kampung Magic Kebumen, serta penyerahan sembako secara simbolis.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi pemberdayaan komunitas dari dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika dan story telling dari Read Aloud Kebumen menjelang berbuka puasa.
Kepala Disarpus Kebumen, Sigit Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 43 komunitas yang terdaftar di Disarpus.
“Kami berharap komunitas-komunitas ini tidak hanya menjadi ajang kumpul-kumpul, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Sigit.
Sigit juga menambahkan bahwa Disarpus Kebumen saat ini terus berinovasi dengan mengadakan pelatihan TOEFL bahasa Inggris, Festival Literasi, dan meningkatkan sosialisasi kunjungan literasi Geopark.
Adapun pada sesi materi, Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika menyoroti peran penting komunitas sebagai penggerak kemajuan daerah. Ia juga memberikan perhatian khusus pada isu disabilitas Down Syndrome dan pemberdayaan UMKM.
“UMKM memiliki potensi besar, tetapi sering kali terkendala dalam hal product market fit dan pemasaran. Dalam waktu dekat, Pemkab Kebumen akan mengadakan business matching untuk membantu UMKM lokal memasarkan produk mereka,” jelas Reza.
Reza juga menekankan pentingnya UMKM memiliki nilai jual yang kompetitif dan tidak hanya bergantung pada momen-momen tertentu. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program Bela Beli Produk UMKM lokal sesuai program Bupati Lilis Nuryani dan Wabup Zaeni Miftah.







Saat ini belum ada komentar