Pantai Pecaron yang Menyuguhkan Hamparan Pasir Hitam dan Tebing Tinggi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 6 Mar 2022
- visibility 5.073
- comment 0 komentar

Foto bersama dengan latar tebing dan Pantai Menganti. (Foto: Hari Satria Wibowo)
Setengah jam sejak kedatangan kami, rombongan kedua juga telah sampai dan segera bergabung. Sambil menanyakan apakah aman untuk bermalam, kami membayar tiket lalu memilih lokasi camp untuk kemudian segera mendirikan tenda mengingat waktu sudah mendekati maghrib.
Bakar Ayam, Jagung, dan Ubi

Bakar ayam, jagung, dan ubi. (Foto: Hari Satria Wibowo)
Selepas sholat, sesi acara inti yaitu bakar-bakar dimulai. Menu yang kami bawa cukup bervariasi: ayam, ubi, jagung untuk dibakar, cemilan kacang kulit tidak ketinggalan, dan tidak lupa menu nasi untuk makan malam. Keasyikan berbakar ria sedikit terganggu karena rintik hujan mulai turun. Tapi itu tidak jadi masalah berarti. Hingga menu telah siap, kami semua berkumpul di sekitar tenda untuk santap malam.

Pantai Pecaron sisi barat dengan latar Pantai Menganti. (Foto: Hari Satria Wibowo)
Selepas makan malam adalah acara bebas. Ada yang berlarian di pinggir pantai, ada yang menyalakan api unggun, ada juga yang ramai-ramai streaming bola piala AFF yang saat itu menyajikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura. Namun untuk memanfaatkan jaringan Wi-Fi di sini, harus mendekat di sekitar area parkir atau dekat warung.
Tidak terasa waktu beranjak malam, tiba saatnya untuk istirahat. Masing-masing dari kami mencari tempat yang dirasa nyaman untuk sekadar merebahkan badan. Diiringi suara deburan ombak pantai saat malam hari. Malam itu kami tidur secara terpisah walau sudah membawa tenda dome. Ada yang di dalam tenda, memanfaatkan saung/gubug, ada juga yang di halaman warung.
Keesokan paginya, setelah sholat subuh di mushola, kami menikmati pemandangan yang cukup membuat takjub. Matahari di ujung timur perlahan menampakkan sinarnya. Di sisi barat, terlihat tebing-tebing yang sangat tinggi serta perbukitan Pantai Menganti yang masih menyisakan kelap-kelip lampunya. Hamparan pohon kelapa juga menambah keindahan lokasi ini. Aktivitas warga juga mulai terlihat salah satunya penyadap nira kelapa. Sebelum pulang dan meninggalkan lokasi camp, kami memastikan tidak ada barang yang tertinggal, mematikan api unggun, dan juga mengumpulkan sampah.














Saat ini belum ada komentar