Keunikan Masjid Cheng Hoo Purbalingga: Perpaduan Arsitektur Tionghoa dan Islam
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 18 Mar 2024
- visibility 4.848
- comment 0 komentar

Fasad Masjid Cheng Hoo Purbalingga. (Foto: Dok. Diskominfo Jateng)
Sejarah Singkat

Masjid Cheng Hoo diinisiasi oleh Hery Susetyo, seorang mualaf dari Bobotsari, Purbalingga. Pembangunan masjid sempat terhenti, namun dilanjutkan kembali dengan bantuan dari Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa).
Baca Juga: Masjid Agung Kauman Semarang, Sejarah dan Desain Arsitekturnya
Masjid semula bernama Masjid PITI An Naba. Dengan luas bangunan 750 meter persegi yang berasal dari tanah wakaf seluas 560 meter persegi. Tanah milik Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) seluas 190 meter persegi. Masjid kemudian berubah nama guna mengenang jasa seorang pelaut Tiongkok yang beragama Islam, Cheng Hoo.
Menjadi Daya Tarik Wisata

Keunikan arsitektur Masjid Cheng Hoo menjadikannya daya tarik wisata religi di Purbalingga. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat keindahan masjid dan berfoto di sana.
Masjid Cheng Hoo merupakan contoh nyata perpaduan budaya yang harmonis di Indonesia. Keindahan arsitekturnya dan suasana religiusnya menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Kabupaten Purbalingga.
Sumber: jatengprov.go.id








Saat ini belum ada komentar