Presiden Jokowi Beli Baju di Pasar Petanahan, Tampol Pejabat Hedon?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 13 Mar 2023
- visibility 2.587
- comment 0 komentar

Presiden Jokowi membeli baju di Pasar Petanahan. (Foto: Instagram @jokowi)
Saat itu, Pemkab Kebumen sudah melakukan persiapan termasuk memasang tenda untuk menyambut kedatangan kepala negara. Selain itu, Presiden juga akan melakukan penyerahan bantuan di Pasar Petanahan atau Pasar Bocor Buluspesantren. Bahkan Paspampres telah survei ke Pasar Petanahan. Namun kunjungan tersebut gagal menyusul batalnya peresmian JLSS.
Pantas jika warga baik pedagang pasar maupun pembeli sangat antusias menyambut kedatangan Jokowi. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan perhatian dari mantan walikota Solo tersebut.
Baca Juga: Resmikan Tambak Udang Modern di Kebumen, Jokowi: Bisa Dicopy di Daerah Lain
Dalam kunjungan ke pasar rakyat itu, Presiden membagikan bantuan modal kerja, bantuan tunai dan bantuan sembako. Selain itu Jokowi juga menyempatkan diri berbelanja membeli baju koko di salah satu pedagang pasar. Baju koko seharga Rp 100.000 oleh Presiden dibayar dengan Rp 200.000. Sementara Prabowo membeli peci yang langsung dipakai.
“Bulan puasa sebentar lagi, saya pun berbelanja baju koko, sementara Pak Prabowo membeli peci,” kata Jokowi di akun Instagramnya.
Presiden Tampol Pejabat Bergaya Hendon?

Presiden Jokowi menyapa warga di Pasar Petanahan. (Foto: IG @Jokowi)
Apa yang dilakukan Presiden Jokowi menampol pejabat publik yang bergaya hidup hedon?
Akhir-akhir ini publik dibikin muak dengan ulah pejabat yang digaji dari uang rakyat tetapi gemar pamer harta kekayaan dan kemewahan. Pamer rumah bak istana raja, mengenakan jam tangan seharga ratusan juta, hingga foto anak dan istri hidup berfoya-foya diunggah di social media.
Terlepas dari harta yang mereka miliki diperoleh dari kerja halal atau merampok uang rakyat, gaya hidup semcam itu mencerminkan bahwa pejabat tidak sensitif terhadap kesenjangan sosial. Mereka hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri tanpa melihat kondisi rakyat yang hidup dalam kesusahan ekonomi.
Baca Juga: Teriakan Anak di Pasar Petanahan yang Inginkan Kaos Jokowi
Apalagi beberapa pejabat diduga terlibat dalam bisnis yang tidak etis seperti korupsi, pencucian uang, dan penggelapan dana publik termasuk menerima setoran ilegal dari perusahaan pengemplang pajak. Mereka benar-benar memanfaatkan posisinya sebagai pejabat publik untuk keuntungan pribadi.
Gaya hidup pejabat yang mewah pantas mendapatkan perhatian lebih. Patut didukung upaya-upaya untuk memeriksa harta pejabat dan keluarganya yang memiliki kekayaan yang tidak wajar. Jika ada indikasi harta itu berasal dari hasil kejahatan kerah putih, perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Jangan ragu untuk memecat, memenjarakan dan memiskinkan pejabat korup.
Rakyat ingin memastikan uang rakyat digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat.







Saat ini belum ada komentar