Menyusuri Perjalanan Seorang Kekasih Allah: Rabi’ah al-Adawiyah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 16 Jan 2024
- visibility 3.279
- comment 0 komentar

Ilustrasi via Canva.com
Jangan salah kira, maqam-maqam tertentu dalam sufistik tidaklah gampang diraih. Terlebih pada masa awal para pelaku atau penempuh jalan tasawwuf yang tidak banyak teori yang memberi penjelasan tentang jalan-jalan dalam tasawwuf.
Termasuk kepribadian Robi’ah, sosoknya dikenal begitu tekun dan berhati-hati dalam menjaga diri agar tidak menyalahi hukum-hukum Allah. Bukan hanya perkara ritual ibadah, namun yang menjadi poin utama tasawwuf yaitu perihal spiritual adalah senantiasa terarah kepada Allah dan terjaga dari selain-Nya, terlebih terhadap hal-hal yang dilarang Allah.
Baca Juga: Penerapan Ilmu Matematika dalam Industri Musik
Layaknya seorang yang bermujahadah (berjuang) khususnya dalam menaati Allah dan senantiasa memperjuangkan dalam ketaatan tersebut, gangguan dari setan dan musuh-musuh tentunya pasti ada. Begitu pun yang dialami Rabi’ah, hidup dalam kondisi serba kesederhanaan, ia pernah dituduh mencuri, suatu perbuatan pelanggaran syari’ah yang berat bagi seorang sufi dan Rabi’ah al-Adawiyah tidak mungkin melakukannya.
Anak terakhir dari empat bersaudara, sesuai dengan nama rabi’ah yang berarti keempat, Rabi’ah Adawiyah dikenal wanita yang tidak menikah hingga akhir hayatnya. Ia menangguhkan perasaan cinta sebagai makhluk Allah agar cintannya kepada Allah terjaga.
Demikian ulasan singkat perjalanan dan ajaran seorang sufi, kekasih Allah, Robi’ah al-Adawiyah, agar dapat menjadi manfaat, dan referensi bagi kajian tasawwuf juga harapannya dapat mencerahkan. Allahu a’lam.
Nazwar, S. Fil. I., M. Phil, Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera







Saat ini belum ada komentar