Tak Hanya di Kota Besar, Aksi Sopir Truk Juga ‘Lumpuhkan’ Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 20 Jun 2025
- visibility 399
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ratusan sopir truk di Kebumen ikut serta dalam aksi mogok nasional yang menuntut keadilan terkait kebijakan over dimension over load (ODOL). Jumat, 20 Juni 2025, sekitar 346 unit truk memadati ruas Jalan Soekarno-Hatta hingga depan Gedung DPRD Kebumen, menyebabkan kemacetan sejak simpang empat pegadaian.
Koordinator aksi, Sigit, mengungkapkan bahwa para sopir truk merasa tertekan oleh tuntutan untuk membawa muatan berlebih (ODOL) sementara biaya operasional tidak sepadan.
“Yang kami harapkan adalah adanya kesetaraan ongkos/biaya operasional dengan muatan yang kami bawa,” tegas Sigit.
Aksi ini sontak menimbulkan dampak bagi pengguna jalan lainnya. Salah satunya Muhammad Muhtarom, warga yang hendak menuju Karangsambung, harus terhenti bersama keluarganya di depan Kejaksaan Negeri Kebumen.
“Sah-sah saja menggelar aksi, cuma jangan mengganggu yang lain. Kami sama sekali tidak bisa lewat, sudah ada 30 menit,” keluhnya.
Menyikapi aksi ini, Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menyatakan bahwa unjuk rasa komunitas driver truk ini merupakan aksi serentak secara nasional, termasuk di Kebumen.
“Tadi sudah dilakukan aksi dan audiensi di DPRD,” ujarnya.
Kapolres juga menyampaikan imbauan kepada para sopir truk agar tidak perlu khawatir dalam proses penegakan hukum terkait ODOL.
“Aturannya masih dikaji secara nasional. Sampai saat ini, di lingkup Polda Jateng belum melakukan tindakan hukum terhadap truk yang bermuatan over dimension dan over load,” jelasnya.
Meskipun demikian, AKBP Eka Baasith tetap meminta para pengemudi untuk menjaga ketertiban berlalu lintas. Ia menekankan pentingnya keselamatan berkendara dan tidak memaksakan muatan di luar batas kemampuan kendaraan.
“Ambang batas harus diukur dengan kekuatan unit itu sendiri. Yang utama adalah keselamatan bagi pengemudi itu sendiri. Rezeki sudah ada yang mengatur, Tuhan sudah mengatur. Tidak usah memaksakan, tanpa menghiraukan keselamatan,” tambahnya bijak.
Untuk mengurai kemacetan akibat aksi ini, Polres Kebumen telah melakukan pengaturan lalu lintas dengan memfokuskan konsentrasi massa di depan DPRD dan sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Petugas juga turut mengawal peserta aksi saat membubarkan diri.
Adapun Tuntutan Utama yang Disuarakan oleh Paguyuban Sopir Truk Kebumen Adalah:
- Revisi Undang-Undang ODOL
- Perlindungan hukum terhadap sopir
- Penindakan angkutan yang tidak sesuai peruntukannya
- Penolakan pungli/premanisme terhadap sopir
- Kesejahteraan untuk sopir










