Breaking News
light_mode
Beranda » News » Edukasi » SIMARINA Hadir di Desa Mangli, Dorong Kader Posyandu Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil dan Balita Berbasis Digital

SIMARINA Hadir di Desa Mangli, Dorong Kader Posyandu Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil dan Balita Berbasis Digital

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
  • visibility 681
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara kader, bidan desa, Puskesmas Kuwarasan, dan pemerintah desa. Dengan tersedianya data yang lebih tertata, proses pengambilan keputusan dan rujukan diharapkan menjadi lebih responsif.

Kader Menjadi Garda Terdepan Deteksi Dini

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah sosialisasi kepada kader Posyandu, bidan desa, dan perwakilan pemerintah Desa Mangli. Sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini serta memperkenalkan manfaat dan alur penggunaan SIMARINA.

Tahap berikutnya adalah pelatihan. Seluruh kader mendapatkan materi mengenai deteksi dini risiko ibu hamil dan balita, pengisian data KIA melalui aplikasi, interpretasi hasil skrining, serta tindak lanjut dan rujukan. Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung.

Kemampuan kader diukur melalui pre-test dan post-test. Target program adalah lebih dari 80 persen kader mampu mencapai kelulusan post-test setelah mengikuti pelatihan.

Setelah pelatihan, kader mulai menerapkan SIMARINA dalam kegiatan Posyandu. Mereka didampingi untuk memasukkan data, melakukan skrining, membaca hasil identifikasi risiko, serta memahami mekanisme notifikasi dan pelaporan.

Pendampingan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan aplikasi benar-benar digunakan dalam kegiatan rutin dan bukan hanya selama program berlangsung.

Mendorong Rujukan Lebih Cepat

Salah satu persoalan yang ingin diatasi melalui program ini adalah keterlambatan identifikasi risiko. Dalam kondisi pencatatan manual, informasi mengenai kondisi ibu hamil atau balita dapat membutuhkan waktu untuk dikumpulkan, ditelusuri, dan dilaporkan.

SIMARINA dirancang untuk membantu kader mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih awal. Data hasil skrining dapat menjadi dasar komunikasi antara kader dan bidan desa dalam menentukan tindak lanjut sesuai kewenangan dan prosedur pelayanan kesehatan.

Dengan demikian, aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan. Sebaliknya, SIMARINA menjadi alat bantu bagi kader dan tenaga kesehatan untuk memperoleh informasi yang lebih terstruktur dalam mendukung pemantauan dan tindak lanjut.

Target program adalah lebih dari 70 persen ibu hamil dan balita sasaran memiliki status risiko yang terdokumentasi melalui sistem.

Tidak Berhenti Setelah Program Selesai

Keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Karena itu, tim pengusul tidak hanya memberikan pelatihan aplikasi, tetapi juga menyusun SOP penggunaan SIMARINA dan menunjuk kader inti sebagai penggerak implementasi di tingkat Posyandu.

Penggunaan aplikasi akan diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu rutin. Koordinasi dengan bidan desa, Puskesmas Kuwarasan, dan pemerintah Desa Mangli juga diperkuat agar sistem dapat terus dimanfaatkan setelah program PKM selesai.

Program ini diharapkan mampu mengurangi waktu pelaporan lebih dari 50 persen, meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi dini, serta memperbaiki keteraturan pencatatan dan monitoring kesehatan ibu dan anak.

Hilirisasi Inovasi untuk Masyarakat

Pengembangan SIMARINA merupakan bagian dari upaya menghilirkan hasil riset dan pengalaman akademik tim pengusul ke masyarakat. Tim memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang keperawatan maternitas, kebidanan, teknologi informasi, pelayanan KIA, pemberdayaan kader, serta pengembangan inovasi berbasis komunitas.

Ketua pelaksana, Ns. Diah Astutiningrum, M.Kep, memiliki kepakaran di bidang keperawatan maternitas dan berperan dalam koordinasi program serta pengembangan model implementasi SIMARINA.

Anggota tim, Dyah Puji Astuti, S.SiT., M.P.H, dengan kepakaran kebidanan, berperan dalam penyusunan materi dan pendampingan kader dalam memahami indikator deteksi dini.

Sementara itu, Imam Tri Suryadin, S.Kom., M.Kom, yang memiliki kepakaran di bidang teknologi informasi, bertanggung jawab dalam pengembangan, pengujian, debugging, serta pendampingan implementasi aplikasi.

Kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dalam kegiatan ini, mahasiswa dilibatkan dalam survei awal, persiapan pelatihan, pendampingan kader, serta penerapan aplikasi di lapangan. Keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi ruang pembelajaran untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik secara langsung di masyarakat.

Teknologi untuk Memperkuat Peran Perempuan di Desa

Lebih jauh, program ini tidak sekadar berbicara tentang aplikasi. Di balik teknologi tersebut terdapat upaya memperkuat peran kader, yang sebagian besar merupakan perempuan, sebagai bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Kader Posyandu selama ini menjadi salah satu penghubung utama antara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Mereka berada dekat dengan keluarga, mengenal kondisi lingkungan setempat, dan terlibat langsung dalam kegiatan pemantauan ibu dan anak.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mageri Segoro

    Kembalikan Ekosistem Pesisir, Pemprov Jateng Mulai Program Mageri Segoro

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 938
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan bersinergi dengan Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara dan pihak terkait untuk menggalakkan penanaman mangrove dan rehabilitasi hutan pantai. Fokus awal adalah wilayah pesisir Pantau Utara Jawa Tengah yang sedang menghadapi ancaman abrasi dan penurunan tanah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sudah menginisiasi program Mageri Segoro. Program tersebut […]

  • Mengurus Dokumen Kependudukan Kini Tak Perlu ke Kota, Berkat Inovasi Baru Ini

    Mengurus Dokumen Kependudukan Kini Tak Perlu ke Kota, Berkat Inovasi Baru Ini

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen meluncurkan inovasi Geladi Desa (Gerai Layanan Digital di Desa) untuk menjawab keluhan warga yang selama ini kesulitan mengurus dokumen kependudukan. Inovasi ini bertujuan mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) agar lebih mudah dan efisien. Peluncuran Geladi Desa ditandai dengan acara “Pembangunan Komitmen Kepala Desa/Lurah dalam Melaksanakan Pelayanan Administrasi Kependudukan” yang […]

  • Ketua MUI Kebumen

    Ketua MUI Kebumen: Arif Sugiyanto Bupati Paling Peduli Keagamaan

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.507
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, Ketua MUI Kebumen KH Nur Sodik mengatakan, bupati Kebumen non aktif saat ini juga dikenal dekat dengan tokoh-tokoh agama, para kiai dan alim ulama. Kerap bersilaturahmi mengunjungi pondok-pondok pesantren. Termasuk mengahadiri kegiatan pengajian di masyarakat. “Kalau saya lihat selama 3,5 tahun ini, beliau Bupati Arif sangat aktif untuk menghadiri acara keagamaan di masyarakat, […]

  • Wayang Golek Menak

    Riwayat Wayang Golek Menak Kebumen

    • calendar_month Sel, 6 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.850
    • 0Komentar

    Di era tahun 80-an wayang Menak di daerah Urut Sewu berkembang pesat dan dipentaskan hampir menyamai perkembangan wayang kulit namun meredup sesudah era Ki Sindhu Jotaryono. Pada tahun 2009-2018 penulis berjuang mementaskan wayang golek Menak di hampir 40 negara di luar negeri hanya saja mengambil cerita legenda dan cerita rakyat dalam durasi pendek. Wayang Golek […]

  • Farmasi

    Inovasi Sediaan Farmasi: Nanoemulsi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh Sebagai Antiinflamasi

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.919
    • 0Komentar

    Mudahnya, minyak atsiri bunga cengkeh diubah menjadi tetesan-tetesan super kecil yang diselimuti oleh bahan pelindung khusus, kemudian dicampur dengan air hingga menjadi cairan jernih. Tetesan ini sangat kecil, 1000 kali lebih kecil dari ketebalan rambut manusia, sehingga tidak terlihat oleh mata secara langsung. Metode pengecilan ukuran ini memiliki beberapa keuntungan Istimewa yaitu: Tidak mudah rusak […]

  • Geosite Karangsambung

    GKKYF Eksplore Geosite Karangsambung, Kenali Keunikan Batuan

    • calendar_month Sel, 28 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.335
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Geopark Karangsambung Karangbolong Youth Forum (GKKYF) sebagai wadah pemuda di Kebumen untuk berkontribusi, berkolaborasi, serta bersinergi dalam mengembangkan Geopark Karangsambung Karangbolong baru saja mengadakan kegiatan “Eksplore Geosite Karangsambung”, Senin 27 Desember 2021. Berkumpul di sekretariat Badan Pengelola Geopark Karangsambung Karangbolong di Jalan Pahlawan/Jalan Soekarno-Hatta Nomor 136 Kebumen yang masih satu kompleks dengan […]

expand_less