World Cleanup Day Kebumen 2026: 300 Peserta Himpun 804 Kg Sampah di Sungai Kedungbener Desa Krakal
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 133
- comment 0 komentar

Peserta membersihkan sampah di hulu Sungai Kedungbener Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen, Minggu, 27 September 2026. (Foto: Istimewa)
ALIAN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 300 peserta terlibat dalam aksi World Cleanup Day (WCD) Kebumen 2026 di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Minggu, 27 September 2026. Aksi bersih hulu Sungai Kedungbener di sepanjang 200 meter ini diselenggarakan oleh Tradha Youth Leadership Bersama World Cleanup Day Kebumen dan Saka Kalpataru Kebumen sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS).
Aksi tersebut berhasil menghimpun 804 kilogram sampah. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Air Limbah dan Sampah (UPT PALS) Wilayah Timur, pada DLHKP Kebumen Dani Fitriyadi ST MLing menjelaskan bahwa sampah yang terkumpul selanjutnya akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya membersihkan sampah yang telah mencemari sungai, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Upaya menjaga sungai perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari mencegah sampah masuk ke badan air hingga menjaga lingkungan di sepanjang aliran sungai.
Keterlibatan generasi muda dalam aksi tersebut turut mendapat perhatian dari Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus CEO Tradha Group, dr Faiz Alaudien Reza Mardhika, yang hadir dalam kegiatan.
“Generasi muda saat ini memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan berbagai hal melalui media sosial, termasuk kepedulian terhadap lingkungan. Generasi muda Kebumen perlu semakin sadar terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya dan tidak ragu untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan tersebut,” ujarnya.
Jadi Ruang Kolaborasi Generasi Muda dan Masyarakat

Sementara itu, Koordinator Aksi WCD Kebumen 2026, Asyam Putra Rayzan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda dan masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan melalui aksi nyata.
“Kami berharap aksi ini tidak berhenti sebagai kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi pemantik kepedulian untuk terus menjaga sungai dan ekosistem DAS. Ketika masyarakat mulai memahami bahwa kondisi sungai juga dipengaruhi oleh perilaku kita sehari-hari, menjaga sungai dapat menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, WCD Kebumen 2026 mendorong keterlibatan masyarakat untuk menjaga DAS secara berkelanjutan. Masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah ke badan air, mempertahankan vegetasi di sekitar aliran sungai, serta menghindari aktivitas yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar