Bocah Tenggelam di Muara Kali Lukulo Ditemukan Meninggal di Hutan Bakau Kaliratu
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 8 Mar 2026
- visibility 707
- comment 0 komentar

Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi korban. (Foto: Dok. Basarnas Cilacap)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seorang anak yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Muara Kali Lukulo, Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Minggu 8 Maret 2026. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari proses pencarian oleh tim penyelamat.
Korban bernama Abdul Fatah (11), warga Desa Munggu, Kecamatan Petanahan, Kebumen. Ia dilaporkan tenggelam saat bermain air bersama teman-temannya di kawasan muara pada Jumat 6 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.
Koordinator Tim SAR Gabungan Rowidin menjelaskan bahwa pencarian pada hari ketiga dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
- SRU 1 melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian ke arah timur sejauh sekitar 2 kilometer.
- SRU 2 menyisir darat ke arah barat dengan jarak yang sama.
- SRU 3 melakukan pencarian di permukaan air menggunakan perahu karet (LCR) milik Basarnas dan BPBD di sekitar muara.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Minggu sekitar pukul 10.15 WIB.
“Tim SAR Gabungan menemukan survivor yang terbawa arus sekitar 2,25 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian pada koordinat 7°46’55.8″S 109°37’11.9″E dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Rowidin.
Korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut bermula ketika lima anak bermain air dan berenang di kawasan muara Kali Lukulo. Empat anak berhasil menyelamatkan diri, sementara Abdul Fatah diduga terbawa arus dan tenggelam.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang sehingga operasi pencarian dan pertolongan segera dilakukan.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di perairan muara serta pencarian darat di sepanjang bibir pantai hingga kawasan hutan bakau di sekitar lokasi.
Korban akhirnya ditemukan di kawasan hutan bakau Kaliratu, sekitar 2,25 kilometer dari titik awal kejadian.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara resmi dinyatakan ditutup.
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, BPBD Kebumen, Pos TNI AL Logending, TNI, Polri, Damkar, relawan SAR, pemerintah desa setempat, serta masyarakat yang turut membantu selama operasi berlangsung.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai atau muara, terutama bagi anak-anak yang bermain di perairan dengan arus cukup kuat.









Saat ini belum ada komentar