Setelah Dikritik, Kini Muncul Aksi Massa Dukung Program MBG dan Swasembada Pangan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026
- visibility 441
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Aliansi Kebumen Bersatu menggelar aksi damai dan audiensi ke Kantor DPRD serta Pendopo Kabumian, Jumat 19 Juni 2026 sore mulai pukul 15.00 WIB.
Aksi yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen seperti relawan Makan Bergizi Gratis (MBG), Tani Merdeka, mahasiswa, dan pedagang ini bergerak dari titik kumpul di Stadion Chandradimuka untuk menyampaikan evaluasi serta dukungan terhadap sejumlah Program Strategis Nasional (PSN).
Beberapa program penting yang dievaluasi dan didukung meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa & Nelayan Merah Putih, Swasembada Pangan, serta program Sekolah Rakyat.
Ketua Tani Merdeka Indonesia Kebumen sekaligus orator aksi, Parjono, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni sebagai aksi cinta damai demi kemajuan Kebumen.
Ia menyatakan aliansi tersebut mendukung penuh kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat bawah.
“Kami mendukung penuh program pemerintah saat ini karena program-program tersebut langsung berurusan dengan urusan perut dan masa depan bangsa. Di sektor pertanian, pemerintah telah memberikan perhatian signifikan pada ketahanan pangan, kestabilan harga gabah, kebutuhan pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan),” ujar Parjono dalam orasinya.
Ia menambahkan, program MBG tidak hanya memperbaiki gizi generasi muda, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi para orang tua di daerah.
Selain mendukung program pro-rakyat, Parjono juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk fitnah dan provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Kebumen Bersatu turut menyampaikan beberapa tuntutan di antaranya mendukung penuh program yang berpihak kepada rakyat untuk membangun masyarakat dan bangsa.
Lalu menolak keras segala bentuk provokasi, fitnah, intimidasi, dan tekanan yang bertujuan menghambat program pro-rakyat.
Serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu mengawal jalannya pemerintahan demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Tak hanya itu, Parjono juga menyampaikan desakan keras kepada pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk berkomitmen memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
“Kami mendesak pemerintah untuk terus maju menangkap para koruptor di negeri ini. Segera usulkan dan sahkan Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor ke DPR RI! Sita aset-aset mereka dan kembalikan hak-hak rakyat!” tegas Parjono.
Aksi yang berlangsung tertib ini menyambangi dua lokasi utama. Di lokasi pertama, yaitu Gedung DPRD Kebumen, massa diterima langsung oleh pimpinan DPRD Kebumen, Saman Halim Nurrohman.
Saman mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung kondusif dan bertanggung jawab sebagai wujud demokrasi yang sehat. Ia menegaskan bahwa DPRD memandang setiap aspirasi masyarakat, baik berupa kritik maupun dukungan, memiliki kedudukan utama yang patut diperhatikan.
Selanjutnya, massa bergerak ke lokasi kedua di Pendopo Kabumian untuk menemui Bupati Kebumen. Kedatangan mereka diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kebumen, R. Agung Pambudi.
Menanggapi poin-poin evaluasi yang dibawa oleh massa, R. Agung Pambudi menjelaskan bahwa program-program seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat.
“Karena ini merupakan Program Strategis Nasional (PSN), kewenangan dan izin operasionalnya berada di tingkat pusat, bukan di pemerintah daerah. Namun, amanah dan aspirasi tertulis yang disampaikan hari ini akan segera kami teruskan kepada pimpinan untuk disampaikan ke pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan yang ada,” pungkas Agung. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar