Peserta Didik SMK Batik Sakti 2 Kebumen Ikuti Sosialisasi tentang HIV-AIDS, Pornografi, dan Bijak Bermedsos
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 25 Jul 2024
- visibility 3.320
- comment 0 komentar

Peserta diskusi panel tentang HIV-AIDS, pornografi, dan bijak bermedia sosial foto bersama kepala sekolah serta narasumber. (Foto: Hari)
“Antiretroviral (ARV) berfungsi menekan virus agar tidak berkembang. Selama ini HIV-AIDS belum bisa disembuhkan, namun dengan ARV bisa menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh ODHA. Jika ARV diminum secara rutin, maka pertumbuhan sel virus sangat rendah atau bahkan tidak terjadi atau tak terdeteksi lagi,” kata Maryati dari Dinkes PPKB.
Kasus HIV-AIDS di Kebumen
Adapun untuk kasus HIV-AIDS di Kebumen, Maryati mengatakan bahwa periode Januari hingga Juni 2024 terdapat 79 kasus HIV-AIDS.
“Total keseluruhan ada 2.121 kasus di Kebumen. Untuk pengobatannya sekitar 700-an ODHA rutin berobat di 32 layanan. Paling banyak pengobatan di RSUD,” kata Maryati.
Diskusi makin menarik tatkala narasumber memberikan pertanyaan kepada peserta. Di mana mereka yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah bingkisan dari GOW Kabupaten Kebumen.
Beberapa di antaranya pertanyaan mengenai LGBT, unggahan di media sosial, dan selektif dalam menyebarkan informasi.
“Jangan mengumbar data diri. Seperti NIK, nomor ATM, alamat, tanggal lahir, dan lainnya yang itu merupakan data sensitif dan rahasia. Juga hati-hati dengan jarimu. Jangan mengunggah hal-hal yang tidak perlu atau sensitif karena jejak digital akan menyimpannya. Termasuk selektif dalam menyebarkan informasi. Pastikan kebenaran informasi tersebut, karena kita ada UU ITE,” kata Marlina Indrianingrum dari Disarpus Kebumen.







Saat ini belum ada komentar