Breaking News
light_mode
Beranda » News » Jateng » Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mengenang Sejarah Pengorbanan dr Kariadi dan Para Pejuang

Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mengenang Sejarah Pengorbanan dr Kariadi dan Para Pejuang

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
  • visibility 1.079
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang kembali mengingatkan bangsa akan pentingnya semangat juang dan pantang menyerah. Upacara peringatan berlangsung di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Selasa, 14 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Forkopimda Jateng dan Kota Semarang, serta para veteran.

Rangkaian upacara dimulai dengan pembacaan sejarah Pertempuran Lima Hari Semarang oleh St Sukirno. Ia menggambarkan bagaimana perayaan kemerdekaan rakyat Semarang terganggu oleh tentara Jepang, hingga pecah pertempuran pada 14–18 Oktober 1945.

Sejarah tersebut kemudian dipentaskan dalam pertunjukan kolosal oleh Teater Pitoelas Universitas 17 Agustus Semarang, yang menjadi puncak peringatan hari bersejarah itu.

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran Lima Hari di Semarang menjadi babak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Kota Semarang menjadi saksi pertempuran sengit yang mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Jepang.

Menurut arsip Museum Nasional, konflik bermula ketika tentara Jepang menolak menyerahkan senjata, meskipun Jepang telah menyatakan kekalahan dari Sekutu dan Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Situasi semakin memanas setelah sejumlah tawanan Jepang melarikan diri dan terjadi insiden tragis yang menewaskan dr Kariadi, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Rakyat. Kejadian ini membangkitkan kemarahan pemuda Semarang.

Awal ketegangan muncul sejak 19 Agustus 1945, ketika radio menyiarkan proses perpindahan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia. Semangat perlawanan pun tumbuh di kalangan pemuda. Pada 14 Oktober 1945, sekitar 400 tawanan Jepang dari Pabrik Gula Cepiring dipindahkan ke Penjara Bulu. Namun, beberapa tawanan melarikan diri dan meminta perlindungan pasukan Kidobutai.

Perebutan senjata tidak terhindarkan. Para pemuda menyerang pos-pos Jepang. Di saat yang sama, petugas Indonesia yang menjaga persediaan air di Wungkal ditangkap dan disiksa. Beredar pula kabar bahwa air di Ledeng Candi diracuni, sehingga dr Kariadi turun langsung memeriksa. Ia justru ditembak tentara Jepang.

Kemarahan semakin memuncak setelah Mayor Jenderal Nakamura ditangkap pemuda di Magelang. Jepang membalas dengan serangan besar pada hari kedua dan ketiga. Namun, bantuan dari berbagai daerah mengalir, mulai dari Kendal, Weleri, Demak, Kudus, Pati, Purwodadi, hingga Solo, Magelang, dan Yogyakarta.

Pada 17 Oktober 1945, perundingan gencatan senjata di Candi Baru digelar dan sempat disepakati. Meski demikian, Jepang tetap melanjutkan serangan. Memasuki hari kelima, 18 Oktober, kekuatan pemuda mulai melemah dan Jepang memukul mundur perlawanan. Utusan dari pemerintah pusat tiba untuk membuka jalan damai.

Nakamura mengancam akan mengebom Semarang jika senjata tidak diserahkan paling lambat 19 Oktober pukul 10.00 WIB. Ketegangan mereda sehari kemudian, saat pasukan Sekutu mendarat di Pelabuhan Semarang. Pasukan Inggris, termasuk Gurkha, mengambil alih pelucutan senjata Jepang dan menghentikan pertempuran.

Pada 20 Oktober 1945, Pertempuran Lima Hari dinyatakan berakhir. Sekutu melucuti pasukan Jepang, menutup rangkaian pertempuran yang menelan banyak korban dan meninggalkan luka mendalam bagi Kota Semarang.

Sebagai penghormatan atas perjuangan para pahlawan, dibangunlah Monumen Tugu Muda di pusat Kota Semarang, yang kini berdiri sebagai pengingat keberanian rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Gubernur Ahmad Lutfi Gelorakan Semangat Perjuangan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa masyarakat Semarang dan Jawa Tengah harus terus menggelorakan semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun Indonesia.

“Di Tugu Muda yang bersejarah ini, kita menyimak kembali perjuangan para pahlawan Semarang. Tempat ini meneguhkan keyakinan bahwa Tuhan selalu membimbing perjuangan demi kebaikan,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia mencontohkan pengorbanan dr Kariadi dan para pejuang lain yang mengajarkan arti pengabdian dan ke-Indonesiaan. Sebagai generasi penerus, masyarakat diminta memahami makna kemerdekaan dan menghormati perjuangan para pahlawan secara tulus.

Menurutnya, perjuangan bangsa tidak pernah berakhir. Saat ini, masyarakat menghadapi tantangan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus mengadopsi nilai kebersamaan dan menerapkannya dalam kerja nyata,” tegasnya.

Luthfi menjelaskan, Jawa Tengah dihuni sekitar 37 juta warga dengan 8.573 desa/kelurahan dan 576 kecamatan yang memiliki keragaman budaya dan potensi. Semua itu menjadi kekuatan apabila dijalankan dengan semangat gotong royong.

“Kebanggaan terbesar saya adalah ketika kita mengambil peran terbaik dan saling menopang. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Bangkit satu, bangkit semua,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat terus berkreasi, berinovasi, dan menjunjung tinggi integritas. “Dari Semarang dan Jawa Tengah, yang sarat kearifan lokal, kita kobarkan semangat perjuangan untuk membangun Indonesia,” tutupnya. Makin Tahu Indonesia

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencak Silat

    Ahmad Luthfi Usulkan Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah di Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 917
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusulkan agar pencak silat dimasukkan dalam kurikulum sekolah menengah atas (SMA) di wilayahnya. Usulan ini disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah di Ballroom Poncowati, Hotel Patra, Semarang, Sabtu 2 Agustus 2025. Menurut Luthfi, pencak silat bukan hanya olahraga, melainkan juga […]

  • PGSD Kebumen

    Grup Riset PGSD Kebumen Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

    • calendar_month Sen, 13 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.608
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Grup Riset Kajian Pendidikan Dasar PGSD Kebumen FKIP UNS bekerjasama dengan Korwilbidik Kecamatan Bonorowo mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) berupa Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Kepala Sekolah dan Guru SD di Kecamatan Bonorowo. Pelatihan yang dilaksanakan pada 21, 28 Mei, 4 dan 11 Juni 2022 itu diikuti oleh 85 peserta meliputi […]

  • Wisata Kita

    Mau ke Mana Wisata Kita?

    • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.993
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo* HARI Selasa 31 Agustus 2021 kemarin, Bupati Kebumen melantik 12 pejabat tinggi pratama. Salah satunya adalah Muhammad Arifin SSi MT yang dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebume . Sebelumnya dia adalah Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Pembangungan Daerah (BP3DA) Kabupaten Kebumen. Penunjukan sosok Arifin yang diawali dengan […]

  • Satu Korban Laka Laut Setrojenar Ditemukan Mengapung di Tengah Laut

    Satu Korban Laka Laut Setrojenar Ditemukan Mengapung di Tengah Laut

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Upaya pencarian korban kecelakaan laut di Pantai Setrojenar mulai membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu pagi 4 April 2026. Berdasarkan keterangan dari Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, jenazah yang teridentifikasi sebagai INA (11) ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB. Posisi penemuan berada di tengah […]

  • Menebar Bahagia di Bulan Suci, HMI Kebumen Gelar Buka Bersama dan Santunan di Karangkembang

    Menebar Bahagia di Bulan Suci, HMI Kebumen Gelar Buka Bersama dan Santunan di Karangkembang

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 240
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kebumen menggelar aksi bakti sosial bertajuk “HMI Cabang Kebumen Menebar Kebahagiaan dan Kepedulian”. Kegiatan ini berlangsung di TPQ Baiturrohman, Desa Karangkembang Kecamatan Alian, Jumat 13 Maret 2026. Acara diawali dengan doa bersama yang diikuti oleh puluhan warga, tokoh masyarakat, dan kader HMI. […]

  • Budayawan Dukung Prabowo-Gibran

    Ratusan Seniman Kebumen Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Ratusan seniman se-Kabupaten Kebumen menyatakan sikap dukungan dan siap memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomer urut 02 Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Pernyataan sikap itu berlangsung di Padepokan Sehat Medika di Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Kamis 18 Januari 2024 malam. Di padepokan pimpinan Raden Suman Sri Husodo itu, sebanyak 250 […]

expand_less