Breaking News
light_mode
Beranda » News » Jateng » Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mengenang Sejarah Pengorbanan dr Kariadi dan Para Pejuang

Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mengenang Sejarah Pengorbanan dr Kariadi dan Para Pejuang

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
  • visibility 1.162
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang kembali mengingatkan bangsa akan pentingnya semangat juang dan pantang menyerah. Upacara peringatan berlangsung di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Selasa, 14 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Forkopimda Jateng dan Kota Semarang, serta para veteran.

Rangkaian upacara dimulai dengan pembacaan sejarah Pertempuran Lima Hari Semarang oleh St Sukirno. Ia menggambarkan bagaimana perayaan kemerdekaan rakyat Semarang terganggu oleh tentara Jepang, hingga pecah pertempuran pada 14–18 Oktober 1945.

Sejarah tersebut kemudian dipentaskan dalam pertunjukan kolosal oleh Teater Pitoelas Universitas 17 Agustus Semarang, yang menjadi puncak peringatan hari bersejarah itu.

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran Lima Hari di Semarang menjadi babak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Kota Semarang menjadi saksi pertempuran sengit yang mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Jepang.

Menurut arsip Museum Nasional, konflik bermula ketika tentara Jepang menolak menyerahkan senjata, meskipun Jepang telah menyatakan kekalahan dari Sekutu dan Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Situasi semakin memanas setelah sejumlah tawanan Jepang melarikan diri dan terjadi insiden tragis yang menewaskan dr Kariadi, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Rakyat. Kejadian ini membangkitkan kemarahan pemuda Semarang.

Awal ketegangan muncul sejak 19 Agustus 1945, ketika radio menyiarkan proses perpindahan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia. Semangat perlawanan pun tumbuh di kalangan pemuda. Pada 14 Oktober 1945, sekitar 400 tawanan Jepang dari Pabrik Gula Cepiring dipindahkan ke Penjara Bulu. Namun, beberapa tawanan melarikan diri dan meminta perlindungan pasukan Kidobutai.

Perebutan senjata tidak terhindarkan. Para pemuda menyerang pos-pos Jepang. Di saat yang sama, petugas Indonesia yang menjaga persediaan air di Wungkal ditangkap dan disiksa. Beredar pula kabar bahwa air di Ledeng Candi diracuni, sehingga dr Kariadi turun langsung memeriksa. Ia justru ditembak tentara Jepang.

Kemarahan semakin memuncak setelah Mayor Jenderal Nakamura ditangkap pemuda di Magelang. Jepang membalas dengan serangan besar pada hari kedua dan ketiga. Namun, bantuan dari berbagai daerah mengalir, mulai dari Kendal, Weleri, Demak, Kudus, Pati, Purwodadi, hingga Solo, Magelang, dan Yogyakarta.

Pada 17 Oktober 1945, perundingan gencatan senjata di Candi Baru digelar dan sempat disepakati. Meski demikian, Jepang tetap melanjutkan serangan. Memasuki hari kelima, 18 Oktober, kekuatan pemuda mulai melemah dan Jepang memukul mundur perlawanan. Utusan dari pemerintah pusat tiba untuk membuka jalan damai.

Nakamura mengancam akan mengebom Semarang jika senjata tidak diserahkan paling lambat 19 Oktober pukul 10.00 WIB. Ketegangan mereda sehari kemudian, saat pasukan Sekutu mendarat di Pelabuhan Semarang. Pasukan Inggris, termasuk Gurkha, mengambil alih pelucutan senjata Jepang dan menghentikan pertempuran.

Pada 20 Oktober 1945, Pertempuran Lima Hari dinyatakan berakhir. Sekutu melucuti pasukan Jepang, menutup rangkaian pertempuran yang menelan banyak korban dan meninggalkan luka mendalam bagi Kota Semarang.

Sebagai penghormatan atas perjuangan para pahlawan, dibangunlah Monumen Tugu Muda di pusat Kota Semarang, yang kini berdiri sebagai pengingat keberanian rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Gubernur Ahmad Lutfi Gelorakan Semangat Perjuangan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa masyarakat Semarang dan Jawa Tengah harus terus menggelorakan semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun Indonesia.

“Di Tugu Muda yang bersejarah ini, kita menyimak kembali perjuangan para pahlawan Semarang. Tempat ini meneguhkan keyakinan bahwa Tuhan selalu membimbing perjuangan demi kebaikan,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia mencontohkan pengorbanan dr Kariadi dan para pejuang lain yang mengajarkan arti pengabdian dan ke-Indonesiaan. Sebagai generasi penerus, masyarakat diminta memahami makna kemerdekaan dan menghormati perjuangan para pahlawan secara tulus.

Menurutnya, perjuangan bangsa tidak pernah berakhir. Saat ini, masyarakat menghadapi tantangan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus mengadopsi nilai kebersamaan dan menerapkannya dalam kerja nyata,” tegasnya.

Luthfi menjelaskan, Jawa Tengah dihuni sekitar 37 juta warga dengan 8.573 desa/kelurahan dan 576 kecamatan yang memiliki keragaman budaya dan potensi. Semua itu menjadi kekuatan apabila dijalankan dengan semangat gotong royong.

“Kebanggaan terbesar saya adalah ketika kita mengambil peran terbaik dan saling menopang. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Bangkit satu, bangkit semua,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat terus berkreasi, berinovasi, dan menjunjung tinggi integritas. “Dari Semarang dan Jawa Tengah, yang sarat kearifan lokal, kita kobarkan semangat perjuangan untuk membangun Indonesia,” tutupnya. Makin Tahu Indonesia

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedagang

    Begadang Bukan Prestasi: Dampak Jam Tidur Berantakan bagi Generasi Digital

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 637
    • 0Komentar

    BANYAK anak muda merasa bangga karena bisa begadang demi kerja, belajar, atau sekadar scroll TikTok hingga dini hari. Tapi faktanya, kurang tidur bukan tanda produktif—justru bisa menjadi sumber banyak masalah kesehatan. Menurut National Sleep Foundation, usia 18–25 tahun butuh setidaknya 7–9 jam tidur per malam. Sayangnya, banyak dari kita hanya tidur 4–5 jam, atau bahkan […]

  • Bocah Tenggelam

    Bocah 7 Tahun Hanyut di Sungai Desa Seliling, Begini Kondisinya

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun, berinisial KR, warga Dukuh Duku RT 01 RW 04 Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kebumen dilaporkan hanyut terbawa arus sungai saat bermain air, Selasa 27 Januari 2026 sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar sedang bermain […]

  • Bupati Kebumen Ajak Kades dan Camat Perkuat Siskamling dan Jaga Warga dari Provokasi Medsos

    Bupati Kebumen Ajak Kades dan Camat Perkuat Siskamling dan Jaga Warga dari Provokasi Medsos

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 639
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menyikapi dinamika sosial yang berkembang, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menggelar sosialisasi bersama camat dan kades/lurah se-Kabupaten Kebumen. Acara yang bertepatan dengan Sosialisasi Percepatan Penyerapan Dana Desa Tahap II Tahun 2025 ini berlangsung di Gedung Pertemuan Setda Kebumen pada Senin, 1 September 2025. Dalam sambutannya, Bupati Lilis menyampaikan pesan penting terkait keamanan dan […]

  • Ingin Tahu Seluk Beluk Kepalangmerahan? Silakan Datang ke PMI Kebumen, Gratis Tanpa Biaya

    Ingin Tahu Seluk Beluk Kepalangmerahan? Silakan Datang ke PMI Kebumen, Gratis Tanpa Biaya

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 885
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Selain memberikan pelayanan bidang kemanusiaan dan unit donor darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) juga menerima layanan edukasi. Seperti halnya kunjungan peserta didik sekolah atau institusi lainnya. Terbaru, 30 peserta didik Raudhatul Athfal (RA) Salafiyah Wonoyoso mengunjungi PMI Kabupaten Kebumen, Sabtu 18 Januari 2025. Kunjungan dimulai pukul 09.00 WIB dengan dipandu lima […]

  • Hanya Sisa 2 Desa, Kebumen Hampir Rampung Bentuk Koperasi Merah Putih

    Hanya Sisa 2 Desa, Kebumen Hampir Rampung Bentuk Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 955
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah persiapan peluncuran akbar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Presiden Prabowo Subianto di Banyumas pada 12 Juli 2025, Kabupaten Kebumen tak mau ketinggalan. Pemerintah daerah terus memacu pembentukan koperasi ini di setiap pelosok desa dan kelurahan. Haryono Wahyudi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kebumen optimis akan […]

  • BP GNKK Tuntaskan Pengiriman Dokumen Sebagai Syarat Pengajuan Menjadi UNESCO Global Geopark

    BP GNKK Tuntaskan Pengiriman Dokumen Sebagai Syarat Pengajuan Menjadi UNESCO Global Geopark

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.422
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Setelah pada bulan September lalu Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK) terpilih untuk maju menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp), kali ini Badan Pengelola GNKK telah mengirimkan dossier dan kelengkapan dokumen sebagai syarat pengajuan tersebut. Tenaga Ahli Badan Pengelola GNKK, Ir Chusni Ansori MT, menjelaskan bahwa Dossier Geopark merupakan suatu gambaran proposal tentang apa […]

expand_less