Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » News » Jateng » Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mengenang Sejarah Pengorbanan dr Kariadi dan Para Pejuang

Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mengenang Sejarah Pengorbanan dr Kariadi dan Para Pejuang

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
  • visibility 600
  • comment 0 komentar

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang kembali mengingatkan bangsa akan pentingnya semangat juang dan pantang menyerah. Upacara peringatan berlangsung di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Selasa, 14 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Forkopimda Jateng dan Kota Semarang, serta para veteran.

Rangkaian upacara dimulai dengan pembacaan sejarah Pertempuran Lima Hari Semarang oleh St Sukirno. Ia menggambarkan bagaimana perayaan kemerdekaan rakyat Semarang terganggu oleh tentara Jepang, hingga pecah pertempuran pada 14–18 Oktober 1945.

Sejarah tersebut kemudian dipentaskan dalam pertunjukan kolosal oleh Teater Pitoelas Universitas 17 Agustus Semarang, yang menjadi puncak peringatan hari bersejarah itu.

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran Lima Hari di Semarang menjadi babak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Kota Semarang menjadi saksi pertempuran sengit yang mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Jepang.

Menurut arsip Museum Nasional, konflik bermula ketika tentara Jepang menolak menyerahkan senjata, meskipun Jepang telah menyatakan kekalahan dari Sekutu dan Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Situasi semakin memanas setelah sejumlah tawanan Jepang melarikan diri dan terjadi insiden tragis yang menewaskan dr Kariadi, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Rakyat. Kejadian ini membangkitkan kemarahan pemuda Semarang.

Awal ketegangan muncul sejak 19 Agustus 1945, ketika radio menyiarkan proses perpindahan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia. Semangat perlawanan pun tumbuh di kalangan pemuda. Pada 14 Oktober 1945, sekitar 400 tawanan Jepang dari Pabrik Gula Cepiring dipindahkan ke Penjara Bulu. Namun, beberapa tawanan melarikan diri dan meminta perlindungan pasukan Kidobutai.

Perebutan senjata tidak terhindarkan. Para pemuda menyerang pos-pos Jepang. Di saat yang sama, petugas Indonesia yang menjaga persediaan air di Wungkal ditangkap dan disiksa. Beredar pula kabar bahwa air di Ledeng Candi diracuni, sehingga dr Kariadi turun langsung memeriksa. Ia justru ditembak tentara Jepang.

Kemarahan semakin memuncak setelah Mayor Jenderal Nakamura ditangkap pemuda di Magelang. Jepang membalas dengan serangan besar pada hari kedua dan ketiga. Namun, bantuan dari berbagai daerah mengalir, mulai dari Kendal, Weleri, Demak, Kudus, Pati, Purwodadi, hingga Solo, Magelang, dan Yogyakarta.

Pada 17 Oktober 1945, perundingan gencatan senjata di Candi Baru digelar dan sempat disepakati. Meski demikian, Jepang tetap melanjutkan serangan. Memasuki hari kelima, 18 Oktober, kekuatan pemuda mulai melemah dan Jepang memukul mundur perlawanan. Utusan dari pemerintah pusat tiba untuk membuka jalan damai.

Nakamura mengancam akan mengebom Semarang jika senjata tidak diserahkan paling lambat 19 Oktober pukul 10.00 WIB. Ketegangan mereda sehari kemudian, saat pasukan Sekutu mendarat di Pelabuhan Semarang. Pasukan Inggris, termasuk Gurkha, mengambil alih pelucutan senjata Jepang dan menghentikan pertempuran.

Pada 20 Oktober 1945, Pertempuran Lima Hari dinyatakan berakhir. Sekutu melucuti pasukan Jepang, menutup rangkaian pertempuran yang menelan banyak korban dan meninggalkan luka mendalam bagi Kota Semarang.

Sebagai penghormatan atas perjuangan para pahlawan, dibangunlah Monumen Tugu Muda di pusat Kota Semarang, yang kini berdiri sebagai pengingat keberanian rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Gubernur Ahmad Lutfi Gelorakan Semangat Perjuangan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa masyarakat Semarang dan Jawa Tengah harus terus menggelorakan semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun Indonesia.

“Di Tugu Muda yang bersejarah ini, kita menyimak kembali perjuangan para pahlawan Semarang. Tempat ini meneguhkan keyakinan bahwa Tuhan selalu membimbing perjuangan demi kebaikan,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia mencontohkan pengorbanan dr Kariadi dan para pejuang lain yang mengajarkan arti pengabdian dan ke-Indonesiaan. Sebagai generasi penerus, masyarakat diminta memahami makna kemerdekaan dan menghormati perjuangan para pahlawan secara tulus.

Menurutnya, perjuangan bangsa tidak pernah berakhir. Saat ini, masyarakat menghadapi tantangan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus mengadopsi nilai kebersamaan dan menerapkannya dalam kerja nyata,” tegasnya.

Luthfi menjelaskan, Jawa Tengah dihuni sekitar 37 juta warga dengan 8.573 desa/kelurahan dan 576 kecamatan yang memiliki keragaman budaya dan potensi. Semua itu menjadi kekuatan apabila dijalankan dengan semangat gotong royong.

“Kebanggaan terbesar saya adalah ketika kita mengambil peran terbaik dan saling menopang. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Bangkit satu, bangkit semua,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat terus berkreasi, berinovasi, dan menjunjung tinggi integritas. “Dari Semarang dan Jawa Tengah, yang sarat kearifan lokal, kita kobarkan semangat perjuangan untuk membangun Indonesia,” tutupnya. Makin Tahu Indonesia

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz meninjau minimarket milik Bumdesma. (Foto: Dok. Humas Kebumen)

    Himpun Modal Rp 2,4 Miliar, 24 Desa Dirikan Minimarket

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.564
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 24 desa yang ada di Kecamatan/Kebupaten Kebumen membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma). Peresmian Bumdesma ditandai dengan pembukaan operasional Bumdesma Mart Kebumen yang ada di Dukuh Kedungbener, Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen, Sabtu 20 Juni 2020. Peresmian minimarket itu dilakukan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Hadir Kepala Dispermades P3A Frans […]

  • Momentum Harkitnas, RSU Purbowangi Gombong Resmikan Gedung Sudarsini

    Momentum Harkitnas, RSU Purbowangi Gombong Resmikan Gedung Sudarsini

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Semangat Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Selasa, 20 Mei 2025, menjadi penanda babak baru bagi Rumah Sakit Umum (RSU) Purbowangi Gombong. Rumah sakit kebanggaan warga Kebumen sisi barat ini meresmikan gedung terbarunya yang megah, Gedung Sudarsini, sekaligus meluncurkan serangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang inovatif. Hadir Bupati Kebumen Lilis […]

  • Puluhan Kampus Ramaikan Ganisda Goes to School Season 7

    Puluhan Kampus Ramaikan Ganisda Goes to School Season 7

    • calendar_month Sab, 28 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.231
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebagai bentuk bakti kepada almamater, Ganisda yang merupakan keluarga alumni SMA Negeri 2 Kebumen Kebumen kembali mengadakan Ganisda Goes to School (GGS), Sabtu 28 Januari 2023. Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Ganisda Goes to School yang kali ini memasuki Season 7 bertujuan untuk memberikan informasi, edukasi, dan sosialisasi tentang dunia perkuliahan. Baca […]

  • Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat memantau Pos Pam/Pos Pantau Operasi Ketupat Candi 2020. (Foto: Istimewa)

    Personil Polri di Pos Pam Diminta Terapkan Buddy System, Apa Maksudnya?

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.192
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan meminta personel Polri yang bertugas di Pos Pam/Pos Pantau Operasi Ketupat Candi 2020 agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Peningkatan itu dilakukan dengan cara menerapkan buddy system. “Buddy system harus selalu digunakan dalam menjalankan tugas,” tegas AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat melaksanakan patroli dan cek Pos Pam/Pos […]

  • Yatim Piatu

    Sembilan Anak di Kebumen Yatim Piatu Akibat Covid-19

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pandemi Covid-19 menyebabkan paling tidak 303 anak di Jawa Tengah harus kehilangan orang tuanya yang meninggal akibat Covid-19. Sedangkan di Kabupaten Kebumen total terdapat sembilan anak yatim piatu akibat pandemi ini. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menyampaikan dari sembilan anak yatim piatu yang terdata paling kecil berusia enam bulan. Sisanya adalah pelajar […]

  • Ludes dalam 10 Menit! Omzet Pelaku UMKM Kebumen Meroket di Bazar Beli Lokal 2026

    Ludes dalam 10 Menit! Omzet Pelaku UMKM Kebumen Meroket di Bazar Beli Lokal 2026

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 246
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar bazar bertajuk Beli Lokal UMKM Fest 2026 dengan tema “Hari Raya Bahagia, UMKM Berdaya”. Acara yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis 11-12 Februari 2026 di Gedung Pertemuan Setda Kebumen ini sukses menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, hadir secara langsung didampingi Sekda Edi Rianto, […]

expand_less