Perang Sarung di Jalan Raya Kutowinangun–Kutoarjo, 7 Pelajar Diamankan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 22 Mar 2024
- visibility 1.498
- comment 0 komentar

Pindah Lokasi
Titik pertama, para pelaku menentukan lampu merah Prembun. Namun saat itu gagal dilakukan karena ada patroli Polsek. Selanjutnya, mereka bergeser ke arah barat, ternyata masih ada patroli yang melintas, sehingga wilayah Kutowinangun menjadi titik terakhir untuk perang sarung.
Tak berlangsung lama, patroli Polsek Kutowinangun yang melihat aksi perang sarung langsung membubarkan anak-anak tersebut.
“Aksinya sangat berbahaya. Lokasinya di jalan raya. Banyak kendaraan besar yang melintas. Tentu juga mengganggu keamanan,” ungkap AKP Jatno.
Dari penangkapan itu, Polsek Kutowinangun mengamankan 3 anak. Sedangkan 4 anak lainnya adalah penyerahan dari Polsek Ambal yang bergerak cepat melakukan penangkapan kepada para pelaku.
Barang bukti 5 senjata sarung yang ujungnya dibuat kepalan dan 7 unit sepeda motor turut diamankan oleh polisi.
“Mereka berjanjian melalui pesan WhatsApp. Setelah ditentukan titiknya, mereka melakukan perang sarung. Keterangan pelaku hanya iseng saja melakukan perang sarung,” jelas AKP Sujatno.
Pada saat di Polsek Kutowinangun, para pelaku mengaku berpamitan ke orang tua untuk sholat tarawih di Masjid. Namun setelah dari masjid, para pelaku yang ternyata kenal satu sama lain berjanjian perang sarung. Kini para pelaku, diwajibkan wajib lapor ke Polsek Kutowinangun sebagai pembinaan.
“Semoga anak-anak ini benar-benar jera dan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar