Mbah Darsono Dibawa ke Rumah Singgah DoSaraso, Matanya Bakal Dioperasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 20 Sep 2021
- visibility 1.903
- comment 0 komentar

Anggota DPRD Kebumen Dodi Suprijanto menyerahkan pakaian kepada Mbah Darsono. (Foto: Padmo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masih ingat dengan Sudarsono (65), pria tua dengan kebutaan pada kedua matanya? Dia hidup sebatang kara tinggal di sebuah gubuk reot di Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan, Kebumen.
Ya, saat ini Mbah Susah, begitu dia dipanggil orang-orang sekitarnya, telah dibawa ke Rumah Singgah (Srusin) DoSaraso Kebumen. Di rumah singgah yang berlokasi di bekas RSUD Kebumen itu dia tinggal di sebuah kamar dengan dua tempat tidur. Teman satu kamarnya seorang pria tua bernama Rohman yang diterlantarkan keluarganya, juga mengalami kebutaan akibat katarak.
Berikan Pakaian

Dedi Heri Setiawan menyerahkan sarung kepada penghuni Rusin Dosaraso. (Foto: Padmo)
Anggota komunitas Sedulur Kebumen bersama anggota DPRD Kebumen Dodi Suprijanto mengunjungi Mbah Susah, Minggu 20 September 2021. Tampak sesepuh Sedulur Kebumen yang juga owner Muncul Group Sugeng Budiawan bersama Santoso Budiawan, Henki Halim, Dedi Heri Setiawan.
Dalam kesempatan itu, rombongan memberikan pakaian berupa baju, kaos dan sarung untuk Mbah Susah serta penghuni lain. Selain itu, Sugeng Budiawan berkoordinasi dengan dokter H Fatah Widodo SpM yang merupakan owner Kebumen Eye Center (KEC) untuk melakukan penanganan terhadap mata Mbah Susah.
Baca Juga: Di Petanahan, Pria Buta Hidup Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot
“Rencananya Mbah Darsono dengan Mbah Rohman, penghuni lain yang menderita katarak akan ditangani dokter Fatah Widodo. Jika memungkinkan mata keduanya akan dioperasi,” ujar Sugeng Budiawan.
Dapat Perhatian

Foto bersama dengan pengelola Rusin DoSaraso. (Foto: Padmo)
Dodi Suprijanto mengapresiasi terhadap Sedulur Kebumen yang telah memberikan kepedulian terhadap warga yang kurang beruntung. Bahkan dari hasil komunikasi yang baik antara sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan dengan dokter Fatah Widodo SpM kedua orang tersebut akan dioperasi matanya.
“Saya berharap hal-hal kemanusiaan seperti ini dapat berkelanjutan. Mudah-mudahan keberadaan Rumah Singgah Dosaraso ini semakin mendapatkan perhatian dari Pemkab Kebumen,” ujar Dodi Suprijanto.
Petugas Singgah DoSaraso Fatma Sriyani menyampaikan saat ini rumah singgah tersebut dihuni oleh 26 orang. Mereka sebagian besar adalah pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan sebagian Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).
“Para ODGJ mendapatkan penanganan sehingga bisa normal,” ujarnya. (***)







Saat ini belum ada komentar