Kepala BPS RI di Kebumen, Penanganan Kemiskinan Ekstrem Harus dengan Cara Berbeda
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 18 Des 2021
- visibility 5.526
- comment 0 komentar

Ketua BPS RI foto bersama Bupati Kebumen. (Foto: Istimewa)
Melibatkan Masyarakat
Selain itu, pemerintah juga terus melibatkan masyarakat dalam upaya memajukan desanya. Misalnya munculnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Saat ini banyak desa-desa di wilayah utara yang telah mengembangkan desa wisata menjadi lebih maju. Kebumen saat ini juga masuk dalam lima kabupaten di Jateng dalam pilot project pengentasan kemiskinan ekstrem.
Bupati menjelaskan yang dimaksud kemiskinan ekstrim ciri-cirinya atau katagorinya adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan, lansia, hidup sebatang kara, tidak punya rumah, terkena penyakit, dan tidak punya jaminan kesehatan atau sosial.
Baca Juga: Tahun 2022, 40 Persen Dana Desa untuk BLT Desa
Pemerintah terus bersinergi dalam program pengentasan kemiskinan ekstrim ini. Langkah yang juga perlu dilakukan adalah pembenahan data jumlah orang miskin di Kebumen agar setiap waktu harus terus diupdate. Karena merekalah nantinya yang berhak menerima bantuan sosial.
“Tujuannya tentu agar bantuan tidak lagi salah sasaran. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan pemerintah saya sudah minta untuk diupgrade karena ada penerima yang orangnya sudah meninggal, atau pindah tempat, termasuk mereka yang kondisi ekonominya semakin baik,” jelas Bupati Arif.









Saat ini belum ada komentar