Kekeringan di Dukuh Kalipranji Giritirto: Warga Terpaksa Beli Air Tangki hingga Mandi Sehari Sekali
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar

KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dukuh Kalipranji, Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Rabu 21 Oktober 2026.
Penyaluran air bersih satu armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karanggayam.
Sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Kalipranji menyambut antusias bantuan ini. Di sela-sela peninjauan, Bupati Lilis Nuryani mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi pasokan air yang ada serta mewaspadai potensi bahaya lain selama musim kemarau.
“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga. Kami berpesan agar air bersih ini benar-benar dihemat penggunaannya. Selain itu, kami ingatkan kepada bapak-bapak yang merokok, mohon puntung rokoknya tidak dibuang sembarangan karena di musim kering seperti ini sangat rentan memicu kebakaran,” ujar Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Krisis Air Selama Tiga Bulan
Berdasarkan penuturan warga setempat, wilayah Dukuh Kalipranji telah mengalami krisis air bersih selama kurang lebih tiga bulan terakhir akibat menyusutnya debit sumber mata air lokal.
Martini, salah seorang warga penerima bantuan di Dukuh Kalipranji, menuturkan bahwa selama musim kemarau warga harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan air harian. Bagi warga yang tidak memiliki cadangan air, membeli air tangki menjadi pilihan terakhir meski harus mengeluarkan biaya ekstra.
“Kekeringan di sini sudah sekitar tiga bulan. Sumber airnya mengecil. Kalau pas benar-benar habis, ada warga yang sampai beli air tangki, harganya sekitar seratus ribu rupiah per tangki dari daerah luar,” kata Martini saat diwawancarai di lokasi penyaluran.
Martini menambahkan, terbatasnya pasokan air memaksa warga melakukan efisiensi ketat, mulai dari mengurangi frekuensi mandi hingga memanfaatkan kembali air bekas penggunaan rumah tangga.
“Sehari-hari kalau air lagi sulit ya diirit-irit. Mandi paling cuma sekali sehari. Kalau anak-anak mau sekolah, mandi pakai satu ember kecil. Air bekas mandinya tidak dibuang, tapi dipakai lagi buat mengepel lantai atau menyiram tanaman. Sedangkan untuk cuci baju atau mandi keluarga, biasanya kami jalan ke sungai di bawah Warung Dul Punuk,” pungkasnya.
Penyaluran air bersih oleh Pemkab Kebumen ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi dan kebutuhan harian masyarakat Desa Giritirto di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar