Jawa Tengah Nomor Tiga Kantong Pekerja Migran Indonesia, Berikut 7 Kabupaten Penyumbang Terbanyak
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 13 Jun 2023
- visibility 2.735
- comment 0 komentar

Ketua MPM PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin MSi menyerahkan cindera mata kepada Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH MH. (Foto: Padmo)
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin MSi menyampaikan bahwa perlindungan PMI harus diawali dari hulu yakni asal daerah pekerja migran mulai dari persiapan yang mantap, baik dari sisi legalitasnya, hingga keterampilan. Hal ini perlu pendampingan yang intens.
Begitu juga ketika berada di negara tujuan, komunikasi antara pekerja migran juga penting. Pemberdayaan terkait dengan literasi keuangan agar penggunaan uang yang diperoleh bisa lebih oprimal.
Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia

Bupati Kebumen foto bersama usai pembukaan Seminar Publik di UNIMUGO. (Foto: Padmo)
Yang penting adalah pemberdayaan pasca menjadi PMI. Agar saat kembali ke tanah air memiliki kehidupan yang lebih baik. Itu perlu pendampingan semua pihak, baik pemerintah teramasuk organisasi kemasyarakatan. Muhammadiyah memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan pemberdayaan terhadap para pekerja migran Indonesia.
“Pemkab Kebumen merupakan best practice yang bisa dijadikan referensi, dimana kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi sosial kemasyarakat termasuk Muhammadiyah dalam mempersiapkan pekerja migran sebaik-baiknya terutama melalui pendidikan yang lebih baik seperti di kampus Universitas Muhammadiyah Gombong ini,” ujar Nurul Yamin
Baca Juga: Migrant Care Berikan Penguatan Kelembagaan Bagi 9 Desa Peduli Buruh Migran di Kebumen
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan komitmen Pemkab Kebumen terkait perlindungan dan pemberdayaan terhadap pekerja migran Indonesia sejak sebelum pemberangkatan hingga purna termasuk keluarganya. Pihaknya mengapresiasi organisasi nonpemerintah yang turut berperan dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan terhadap PMI di Kebumen.
“Kami berharap semua elemen bisa meningkatkan berkolaborasi, dalam perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran baik sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Pihaknya berharap pekerja migran asal Kebumen nantinya akan didominiasi oleh pekerja yang memiliki skill dan kompetensi profesional seperti perawat. Pihakya juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan cara-cara yang legal untuk menjadi calon PMI.
“Ini mengurangi risiko saat bekerja di luar negeri. Jika kita menggunakan jalur yang baik dan benar, negara akan hadir bersama kita semua,” ujarnya.









Saat ini belum ada komentar