Jawa Tengah Jadi Pilot Project Integrasi Satu Data Indonesia
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 5 Jul 2025
- visibility 842
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan cinderamata kepada Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: Humas Jateng)
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut langkah ini penting untuk memperkuat kualitas statistik daerah. “Jika datanya bagus, maka resep kebijakan yang dirumuskan juga tepat. Ini seperti dokter yang memberi obat sesuai diagnosis,” jelasnya.
Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Ketahanan Ekonomi Regional
Amalia menambahkan, kerja sama ini akan menopang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mencakup seluruh aktivitas ekonomi nasional, termasuk Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa pencatatan data yang akurat akan menjadi dasar kebijakan ekonomi nasional ke depan.
“Jawa Tengah menyumbang sekitar 9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dan sepertiga ekonominya ditopang sektor industri,” ujarnya. Sementara sektor pertanian menyumbang sekitar 14 persen ekonomi provinsi.
Untuk mendukung implementasi, BPS akan terus meningkatkan keakuratan pencatatan data dan memastikan kerahasiaan data terjaga. Jawa Tengah menjadi salah satu dari 7 hingga 8 provinsi yang ditunjuk sebagai percontohan nasional.
Melalui kerja sama ini, Pemprov Jateng menegaskan komitmennya sebagai provinsi yang berbasis data dalam mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Makin Tahu Indonesia






